Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Mewujudkan Kampus Inklusif, Setara, dan Berkeadilan: PLD UINAM Gelar Roadshow Sosialisasi di Fakultas Sains dan Teknologi

Mewujudkan Kampus Inklusif, Setara, dan Berkeadilan: PLD UINAM Gelar Roadshow Sosialisasi di Fakultas Sains dan Teknologi

Kimia Online - Ruang Lecturer Theater Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar tampak penuh semangat pada Kamis, 4 Juni 2026. Mulai pukul 10.00 WITA, civitas akademika FST berkumpul untuk  mengikuti Roadshow Sosialisasi Layanan Disabilitas dan Sosialisasi Unit Layanan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (ULT PPKS) Lingkup Kampus. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Wakil Rektor Bidang Akademik Nomor B-1467/Un.06.2/HM.00/05/2026 tanggal 3 Juni 2026, sebagai bagian dari rangkaian roadshow PLD ke seluruh fakultas dalam lingkup UIN Alauddin Makassar. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan II FST, yang dalam sambutannya menyambut hangat kehadiran tim PLD dan menekankan pentingnya membangun ekosistem kampus yang ramah, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh warga kampus tanpa terkecuali.

Tim PLD UINAM yang hadir memperkenalkan lembaga yang resmi berdiri sejak 2023 ini sebagai wujud nyata komitmen universitas dalam menjamin hak dan kesetaraan bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Sesi pertama disampaikan oleh Eva Yustilawati, S.Kep., Ns., M.Kep., yang mengajak seluruh peserta memahami bahwa difabilitas adalah kondisi di mana fungsi tertentu seseorang terkendala — bukan halangan untuk berprestasi dan berkontribusi. PLD hadir untuk memastikan mahasiswa difabel mendapatkan fasilitas kerja yang memadai, akomodasi yang layak, serta pelayanan akademik dan non-akademik yang setara. PLD juga menjalankan fungsi skrining untuk mendeteksi kebutuhan spesifik setiap mahasiswa difabel secara akurat, mengingat tidak sedikit yang belum jujur atau belum menyadari kondisi yang mereka miliki. Dalam hal jenjang karir, PLD berkolaborasi dengan Career Development Center (CDC) sebagai mitra dalam memfasilitasi mahasiswa difabel untuk magang dan bekerja di berbagai instansi termasuk BUMN. PLD pun membuka ruang bagi mahasiswa relawan untuk turut terlibat dalam pendampingan, dengan satu pesan tegas: jangan ada diskriminasi. Mahasiswa difabel tidak butuh dikasihani, mereka butuh disupport, dihargai, dan dibersamai sebagaimana manusia pada umumnya.

Suasana ruangan berubah hening dan penuh haru ketika sesi kedua tiba. Rahmat, seorang mahasiswa Keperawatan penyandang disabilitas yang turut hadir bersama tim PLD, berdiri dan mulai berbagi kisah perjalanan hidupnya dengan tenang namun penuh makna. Ia bercerita bahwa dirinya pernah menjadi korban perundungan selama sembilan tahun, sebuah pengalaman pahit yang meninggalkan luka mendalam dan membuatnya harus berjuang. Bagi Rahmat, kampus menjadi tempat bercerita, tempat berkonsultasi, dan perlahan-lahan tempat ia menemukan kembali kepercayaan dirinya. Ia mengaku, sejauh ini di lingkungan FKIK belum pernah mendengar kata-kata yang menyakitkan, meski kondisi berbeda pernah ia rasakan dari lingkungan fakultas lain. Dengan suara yang mantap ia berpesan, "Jangan pernah ada candaan yang menyakitkan, karena itu benar-benar sakit. Mereka tidak perlu dikasihani, cukup dibersamai." Namun Rahmat bukan sekadar korban yang bertahan, ia adalah bukti nyata bahwa difabel pun bisa berprestasi. Sejak semester pertama, ia telah berhasil menjadi Duta Fakultas dan terus mencoba menorehkan berbagai prestasi, membuktikan bahwa keterbatasan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjuangan yang lebih bermakna.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi ketiga yang disampaikan oleh Dr. Khaifah Asgaf, S.TP., M.Si., yang memaparkan langkah-langkah konkret sebagai tindak lanjut dari roadshow ini. Beliau menyampaikan bahwa akan segera dibentuk Forum Mahasiswa Disabilitas UIN Alauddin Makassar sebagai wadah resmi bagi mahasiswa difabel untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan memperjuangkan hak-hak mereka secara kolektif di lingkungan kampus. Selain itu, akan dibentuk pula komunitas sebagai pusat dukungan yang melibatkan volunteer dari berbagai fakultas untuk mendampingi mahasiswa difabel secara aktif dan berkelanjutan. Kehadiran forum ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem inklusif di UINAM dan memastikan tidak ada satu pun mahasiswa difabel yang merasa sendirian dalam menjalani perjalanan akademiknya.

Kegiatan ditutup dengan sesi sharing yang hangat dan interaktif, mempertemukan seluruh peserta dalam satu kesepahaman yang mendalam: kampus yang baik adalah kampus yang tidak meninggalkan siapapun. Melalui roadshow ke FST UINAM ini, PLD menegaskan komitmen universitas untuk terus bergerak menuju kampus yang inklusif, setara, dan berkeadilan, di mana setiap mahasiswa, apapun kondisinya, berhak mendapatkan pendidikan yang layak, lingkungan yang aman, jenjang karir yang terbuka lebar, dan yang terpenting, rasa dihargai sebagai manusia seutuhnya.

F3Z