Kimia Online - Sabtu, 5 September 2026 menjadi hari yang tidak akan mudah dilupakan oleh kimiawan muda yang untuk pertama kalinya melangkahkan kaki sebagai bagian resmi dari keluarga besar Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar. Hari itu, semangat baru, wajah-wajah penuh harap, dan tekad yang masih menyala berpadu dalam satu ruangan, menyambut dimulainya Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Jurusan Kimia tahun 2026. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas penyambutan semata, melainkan titik awal dari sebuah perjalanan panjang yang akan membentuk mereka menjadi sarjana kimia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan.
Kegiatan diawali dengan sambutan hangat dari Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kimia, Niwangsah Saputra, yang menyapa mahasiswa baru dengan penuh antusias dan ketulusan. Dengan suara yang bersemangat, ia mengajak para mahasiswa baru untuk tidak menjalani perkuliahan ini sendirian. Ia menegaskan bahwa perjalanan di Jurusan Kimia akan jauh lebih ringan dan bermakna jika ditempuh bersama, saling menguatkan ketika lelah, saling mengingatkan ketika lengah, dan saling mendukung di setiap lembah maupun puncak yang akan mereka lalui bersama selama bertahun-tahun ke depan. Pesan sederhana itu terasa menyentuh bahwa kebersamaan bukan sekadar pelengkap, melainkan kunci.
Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jurusan Kimia FST UINAM, Ibu Dr. Arfiani Nur, S.Si., M.Sc., yang hadir membawa semangat dan kehangatan yang sama. Di hadapan mahasiswa baru yang duduk dengan penuh perhatian, beliau membuka sambutannya dengan pesan yang langsung menghujam ke inti: bertahan. Apapun rintangan yang menghadang dan apapun badai yang datang menghempas, beliau berpesan agar para mahasiswa baru tidak menyerah di tengah jalan. Perjalanan kuliah memang tidak selalu mulus, tetapi justru di sinilah karakter seseorang dibentuk dan diuji. Beliau kemudian memperkenalkan Jurusan Kimia secara menyeluruh mulai dari sejarah berdirinya jurusan, visi dan misi yang menjadi kompas arah perjalanan akademik, capaian akreditasi yang membanggakan, fasilitas yang tersedia untuk menunjang proses belajar, hingga sistem kurikulum yang akan dijalani. Para dosen dari setiap bidang keahlian pun diperkenalkan satu per satu, memberikan gambaran awal yang utuh tentang ekosistem akademik tempat mereka akan bertumbuh.
Tak lama berselang, giliran Kepala Laboratorium Jurusan Kimia, Ibu Asriani Ilyas, S.Si., M.Si., yang tampil memperkenalkan dunia laboratorium kepada para mahasiswa baru. Bagi sebagian besar dari mereka, laboratorium kimia mungkin masih terasa asing dan sedikit mengintimidasi. Maka dengan sabar dan sistematis, beliau menguraikan gambaran umum laboratorium yang ada di Jurusan Kimia, menjelaskan peran dan tanggung jawab Kepala Laboratorium serta para laboran, serta memaparkan berbagai kegiatan yang akan mereka jalani di laboratorium selama masa kuliah. Yang tak kalah penting, beliau membekali mahasiswa baru dengan pengetahuan mendasar tentang Alat Pelindung Diri (APD) dan Material Safety Data Sheet (MSDS), dua hal fundamental yang harus dipahami setiap orang yang memasuki laboratorium kimia. Pembekalan ini bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi keselamatan yang akan terus mereka bawa sepanjang perjalanan akademik dan karir mereka.
Memasuki sesi materi, suasana semakin hidup ketika Ibu Syarifah Rabiatul Adawiah, S.Pd., M.Sc. tampil dengan gaya penyampaian yang hangat. Beliau tidak hanya berbicara tentang sistem perkuliahan dan kunci-kunci kesuksesan akademik, tetapi juga mengajak mahasiswa baru untuk melihat gambaran besar dari perjalanan yang sedang mereka mulai. Mulai dari cara mengelola waktu yang efektif, mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah lulus, hingga pentingnya mengasah soft skill dan hard skill secara bersamaan agar kelak menjadi lulusan yang tidak hanya cerdas di atas kertas, tetapi juga tangguh di lapangan. Satu pesan yang paling berkesan dan disambut dengan anggukan oleh banyak mahasiswa baru adalah ajakan untuk selalu fokus pada diri sendiri dan tidak membandingkan perjalanan hidup dengan orang lain, karena setiap orang memiliki waktunya masing-masing dan proses tidak pernah berbohong. Beliau bahkan menyelipkan inspirasi melalui kisah-kisah dari film yang mengisahkan tokoh yang jatuh, terpuruk, namun akhirnya bangkit lebih kuat dari sebelumnya, sebuah pengingat visual yang mengena bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari proses menjadi lebih baik.
Semangat di ruangan itu semakin terasa ketika Ibu Dra. Sitti Chadijah, M.Si. menyampaikan pesan singkat namun sarat makna kepada para mahasiswa baru. Dengan penuh ketulusan, beliau mengupas perbedaan mendasar antara kehidupan di sekolah menengah dan kehidupan sebagai mahasiswa, sebuah transisi yang terdengar sederhana namun sesungguhnya membutuhkan adaptasi yang tidak mudah. Di SMA, segala sesuatu cenderung lebih terstruktur dan terpandu. Namun di kampus, mahasiswa dituntut untuk mandiri, proaktif, dan mampu mengelola dirinya sendiri. Beliau berbagi kiat manajemen waktu yang efektif agar mahasiswa mampu menyeimbangkan antara kewajiban akademik, kegiatan organisasi, dan kehidupan personal secara harmonis, karena ketiganya sama-sama penting dan tidak boleh ada yang dikorbankan secara berlebihan.
Sesi alumni dengan hadirnya Idil Akbar Ansar, S.Si., seorang alumni Jurusan Kimia FST UINAM, berdiri di hadapan mahasiswa baru membawakan tema yang sangat relevan bertajuk "Dari Bangku Kuliah Menuju Dunia Kerja: Cerita dan Pelajaran dari Alumni Kimia." Dengan gaya bertutur yang jujur, apa adanya, dan penuh semangat, ia membuka cerita tentang perjalanannya sendiri, bagaimana ia melewati masa-masa kuliah dengan segala suka dan dukanya, bagaimana keterlibatan dalam organisasi dan berbagai kegiatan kampus membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi dunia, dan bagaimana akhirnya ia melangkah ke dunia kerja dengan bekal yang ia himpun selama bertahun-tahun di kampus. Ia menekankan bahwa kemampuan berpikir kritis dan keterampilan yang terus diasah adalah dua modal yang tidak ternilai harganya ketika kelak bersaing di dunia profesional. Setiap kata yang ia sampaikan terasa otentik dan membumi, karena datang dari pengalaman nyata yang pernah ia jalani sendiri di bangku yang sama dengan tempat mahasiswa baru itu duduk hari ini.
Sebelum kegiatan beralih ke sesi kunjungan laboratorium, rangkaian materi ditutup dengan penyampaian dari Ketua Jurusan Kimia FST UINAM, Ibu Ummi Zahra, S.Si., M.Si. yang hadir memberikan sambutan penutup yang hangat dan penuh makna. Dengan penuh kegembiraan, beliau menyambut secara resmi kehadiran mahasiswa baru sebagai anggota baru keluarga besar Jurusan Kimia FST UINAM. Dalam kesempatan tersebut, beliau memaparkan secara jelas berbagai jalur dan sistem yang berlaku di Jurusan Kimia, mulai dari alur perkuliahan, mekanisme pengambilan mata kuliah, sistem penilaian, hingga jalur-jalur yang dapat ditempuh mahasiswa dalam mengembangkan diri selama masa studi. Beliau juga menegaskan bahwa pintu Jurusan Kimia selalu terbuka bagi mahasiswa yang ingin berdiskusi, berkonsultasi, maupun sekadar berbagi cerita tentang perjalanan akademik mereka. Pesan yang beliau titipkan sederhana namun mengena: manfaatkan setiap kesempatan yang ada selama di kampus, karena waktu kuliah adalah salah satu fase paling berharga dalam kehidupan yang tidak akan pernah terulang kembali.
Setelah sesi materi yang padat dan penuh inspirasi, seluruh mahasiswa baru diajak melakukan kunjungan langsung ke laboratorium-laboratorium Jurusan Kimia, didampingi oleh para laboran di masing-masing laboratorium. Untuk pertama kalinya, mereka menghirup udara laboratorium yang sesungguhnya, melihat langsung peralatan, bahan, dan fasilitas yang dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi bagian dari rutinitas mereka. Mata-mata yang berbinar dan rasa ingin tahu yang tak terbendung menjadi pemandangan yang menyenangkan, tanda bahwa benih semangat itu sudah mulai tumbuh. Kegiatan PBAK kemudian diakhiri dengan pengenalan struktur pengurus HMJ Kimia, mempertemukan mahasiswa baru dengan kakak-kakak tingkat yang siap menemani, membimbing, dan berbagi pengalaman dalam berorganisasi dan berkegiatan di kampus.
Ketika kegiatan PBAK 2026 akhirnya resmi ditutup, satu hal yang pasti: mahasiswa baru Jurusan Kimia FST UINAM hari itu pulang bukan hanya dengan pengetahuan baru, tetapi juga dengan semangat yang lebih menyala, tekad yang lebih bulat, dan rasa memiliki terhadap almamater yang mulai tumbuh di dalam dada masing-masing. Kepada seluruh mahasiswa baru angkatan 2026, selamat datang di keluarga besar Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar. Kalian bukan sekadar mahasiswa baru, kalian adalah generasi penerus yang membawa harapan dan potensi yang luar biasa. Jadikan setiap hari di kampus ini sebagai kesempatan untuk bertumbuh, belajar, dan berkontribusi. Ingatlah selalu bahwa perjalanan seribu mil pun dimulai dari satu langkah, dan hari ini, kalian telah mengambil langkah pertama itu. Selamat datang, dan selamat berjuang!
Penulis 1: Afrizal, Mahasiswa Kimia Angkatan 2023
Penulis 2: Fitria, Web Admin Jurusan Kimia
Fotografer: Nurul Annisa, Mahasiswa Kimia Angkatan 2024