Aisyah, S.Si., M.Si.
Pada
tulisan seri “Kimia di Balik Skincare” sebelumnya, pembahasan difokuskan pada
bahan kimia di balik skincare, mulai dari basic skincare, whitening agent,
anti-aging, hingga exfoliating agent. Sebagai kelanjutannya, tulisan ini
menyoroti aspek lain yang tidak kalah menentukan, yaitu ukuran partikel dan
strategi formulasi. Dalam kosmetik modern, bahan aktif yang sama dapat menunjukkan
performa berbeda ketika ukuran partikelnya diatur secara presisi, karena faktor
ini memengaruhi stabilitas, kenyamanan pemakaian, serta efisiensi interaksi
bahan dengan permukaan kulit. Prinsip inilah yang mendorong berkembangnya
penerapan teknologi nano sebagai salah satu pendekatan penting dalam rekayasa
kosmetik.
Perkembangan
tersebut sejalan dengan pergeseran industri kecantikan yang semakin berbasis
riset. Produk tidak lagi hanya mengandalkan tren visual atau klaim pemasaran,
melainkan dirancang melalui pendekatan ilmiah yang terukur. Di balik serum
anti-aging yang terasa ringan, sunscreen yang transparan tanpa white cast,
hingga foundation yang halus dan menyatu dengan kulit, terdapat rekayasa sains
yang kompleks. Salah satu pendekatan paling berpengaruh dalam transformasi ini
adalah nanoteknologi (Oliveira et al., 2022). Dengan memanfaatkan material
berukuran sangat kecil, sekitar satu per miliar meter atau jauh di bawah batas
penglihatan mata, nanoteknologi memungkinkan bahan aktif bekerja lebih stabil
dan efektif sesuai kebutuhan formulasi. Pada titik ini, kosmetik modern
berkembang dari sekadar campuran bahan menjadi produk hasil rekayasa ilmiah
yang presisi.
Nanoteknologi
dalam dunia kecantikan merujuk pada proses rekayasa bahan aktif dan sistem
penghantarannya pada skala nanometer, umumnya antara 1 hingga 100 nanometer.
Pada ukuran sekecil ini, suatu material dapat menunjukkan sifat fisik dan kimia
yang berbeda dibandingkan bentuk makroskopiknya. Luas permukaan meningkat
drastis, stabilitas bahan menjadi lebih baik, dan interaksinya dengan lapisan
kulit dapat dikendalikan secara lebih spesifik (Gupta et al., 2022). Penting
untuk dipahami bahwa nanoteknologi bukanlah upaya mengganti bahan kosmetik yang
telah dikenal, melainkan strategi untuk mengoptimalkan bagaimana bahan tersebut
dihantarkan, dilindungi, dan bekerja di permukaan kulit (Kaur & Agrawal,
2007). Dengan kata lain, fokusnya bukan pada “apa” yang digunakan, melainkan
“bagaimana” bahan itu berfungsi secara lebih cerdas.
Relevansi
pendekatan nano menjadi semakin jelas ketika dikaitkan dengan karakter kulit
manusia, khususnya kulit perempuan yang sering mengalami dinamika fisiologis
akibat faktor hormonal, lingkungan, dan gaya hidup. Kulit merupakan sistem
biologis yang sangat kompleks dan selektif. Ia berfungsi sebagai pelindung
utama tubuh dari dunia luar, tetapi sekaligus menjadi penghalang bagi penetrasi
banyak bahan aktif yang justru dibutuhkan untuk perawatan. Tantangan inilah
yang selama bertahun-tahun membatasi efektivitas kosmetik konvensional.
Nanoteknologi hadir sebagai solusi strategis dengan memungkinkan peningkatan
efisiensi kerja bahan aktif, perlindungan senyawa sensitif dari degradasi
oksidatif, pengaturan pelepasan bahan secara bertahap, serta peningkatan
kenyamanan penggunaan melalui tekstur yang lebih ringan dan tidak lengket
(Achagar et al., 2024). Hasil akhirnya adalah produk yang bekerja lebih efektif
tanpa harus bersifat agresif terhadap kulit (Brito et al., 2024).
Dalam
pengembangan kosmetik modern, penerapan nanoteknologi diarahkan pada
perancangan sistem yang mampu mengoptimalkan kinerja bahan aktif. Fokus utama
tidak hanya terletak pada karakteristik kimia bahan, tetapi juga pada desain
sistem penghantarannya. Ilmu material, kimia organik dan fisik berperan penting
dalam pengembangan struktur nano yang dapat membawa, melindungi, serta
melepaskan molekul aktif secara terkendali. Formulasi kosmetik dengan demikian
merupakan hasil integrasi prinsip kimia, fisika, dan biologi, di mana ukuran
partikel, bentuk, dan organisasi molekuler ditentukan secara presisi untuk
mencapai performa yang diharapkan. Dalam kerangka ini, kosmetik berkembang dari
sekadar campuran bahan menjadi sistem fungsional yang dirancang secara
rasional.
Salah
satu wujud paling signifikan dari pendekatan tersebut adalah pengembangan
nanocarrier, yaitu sistem pembawa bahan aktif berukuran nano yang berfungsi
layaknya kendaraan mikroskopis. Nanocarrier dirancang untuk melindungi bahan
aktif dari pengaruh lingkungan luar, menjaga kestabilannya, serta memastikan
penghantaran ke lokasi kerja yang tepat di permukaan kulit (Wang et al., 2025;
Zhou et al., 2021). Keberadaan sistem ini menjadi sangat krusial bagi bahan
aktif populer seperti retinol, vitamin C, niacinamide, dan peptide, senyawa-senyawa
yang dikenal efektif namun sensitif dan berpotensi menimbulkan iritasi bila
tidak diformulasikan dengan cermat. Melalui nanocarrier, efektivitas dan
tolerabilitas bahan aktif dapat diseimbangkan dalam satu sistem yang terkontrol
yang memberi waktu bagi kulit untuk beradaptasi sementara efektivtas bahan
aktif tetap terjaga. Pendekatan ini mencerminkan arah baru skincare modern,
yaitu hasil yang nyata dengan risiko minimal, mendukung kesehatan kulit jangka
panjang (Kim, 2025).
Dalam
kerangka desain tersebut, berkembang beragam jenis nanocarrier dengan
arsitektur struktur yang kaya dan elegan. Liposom, yang tersusun dari
fosfolipid seperti phosphatidylcholine, secara spontan membentuk vesikel
berlapis ganda menyerupai membran sel, menghadirkan keteraturan dan kompatibilitas
biologis pada skala molekuler (Asvar et al., 2025; Chernenko et al., 2012).
Solid lipid nanoparticles menampilkan karakter berbeda melalui matriks lipid
padat seperti glyceryl behenate atau cetyl palmitate, membentuk struktur
kristalin nano yang rapat dan stabil. Sementara itu, nanostructured lipid
carriers menawarkan arsitektur yang lebih dinamis dengan mengombinasikan lipid
padat dan lipid cair seperti oleic acid, menciptakan ruang internal yang tidak
sepenuhnya teratur namun fungsional (Qu et al., 2016; Queiroz & Muehlmann,
2024; Tiwari et al., 2023). Keanekaragaman struktur ini menunjukkan bahwa pada
skala nano, efisiensi dan keindahan dapat berjalan beriringan di mana desain
molekuler yang presisi justru melahirkan sistem yang anggun sekaligus efektif.
Namun, tidak semua sistem nano mengandalkan struktur pembawa yang kaku dan
terdefinisi, karena pada formulasi tertentu pendekatan yang lebih dinamis
melalui sistem dispersi fluida seperti nanoemulsi justru menjadi kunci
kenyamanan dan kinerja produk.
Nanoemulsi
dikembangkan sebagai pendekatan desain formulasi yang berfokus pada kestabilan
sistem dispersi dan karakter fluida produk (Kumar & Mandal, 2018). Nanoemulsi
merupakan sistem dua fase antara minyak dan air yang distabilkan oleh
surfaktan, dengan ukuran droplet berada pada skala nanometer dan terdistribusi
secara homogen. Ukuran droplet yang sangat kecil menghasilkan luas antarmuka
yang tinggi, yang secara langsung memengaruhi sifat reologi, transparansi, dan
stabilitas fisik formulasi (Kumar & Mandal, 2018). Konfigurasi ini
memungkinkan produk memiliki viskositas rendah, tampilan jernih atau
semi-transparan, serta sensasi ringan saat diaplikasikan, sehingga sesuai untuk
produk perawatan kulit modern yang menuntut kenyamanan dan konsistensi performa
(Goswami et al., 2023).
Dari
sisi struktur dan penerapannya, nanoemulsi dapat dirancang dalam berbagai
konfigurasi sesuai dengan karakter bahan aktif yang dibawa. Pada sistem
oil-in-water, bahan aktif lipofilik seperti vitamin E (?-tocopherol), koenzim Q10,
dan retinol terenkapsulasi di dalam droplet minyak yang terdispersi halus dalam
fase air (Chen et al., 2020; Luo et al., 2023), menghasilkan formulasi yang
ringan dan mudah diratakan di kulit (Musazzi et al., 2017; Salvia-Trujillo et
al., 2017). Sebaliknya, pada sistem water-in-oil, senyawa hidrofilik seperti
niacinamide (Somboon et al., 2025) atau asam hialuronat berada dalam fase air
yang terperangkap di dalam matriks minyak, sehingga lebih sesuai untuk produk
dengan fungsi perlindungan dan pelembap intensif (Ribeiro et al., 2015).
Fleksibilitas struktur ini menjadikan nanoemulsi banyak diaplikasikan dalam
serum wajah, sunscreen, serta produk perawatan rambut, karena mampu
mendistribusikan bahan aktif secara merata tanpa meninggalkan rasa berat pada kulit
maupun rambut (Pavlou et al., 2021).
Seiring
berkembangnya sistem dispersi fluida seperti nanoemulsi, prinsip rekayasa nano
juga diterapkan pada formulasi yang menuntut keseimbangan antara efektivitas
fungsional dan penerimaan visual, salah satunya adalah sunscreen. Dalam konteks
perlindungan kulit terhadap radiasi ultraviolet, pendekatan nano digunakan
untuk mengoptimalkan kinerja bahan penyaring UV tanpa mengorbankan kenyamanan
pemakaian. Sunscreen mineral bekerja dengan mekanisme pemantulan dan penyebaran
sinar UV, namun secara konvensional sering menimbulkan masalah estetika akibat
ukuran partikel yang relatif besar. Melalui rekayasa ukuran pada skala nano,
sifat optik dan fisik bahan penyaring UV dapat dikendalikan sehingga fungsi
proteksi tetap optimal dengan tampilan yang lebih halus di kulit (Khobragade et
al., 2025).
Dari
sisi desain dan aplikasi, sunscreen nano umumnya memanfaatkan nanopartikel zinc
oxide (ZnO) dan titanium dioxide (TiO?) dengan ukuran yang diperkecil hingga
skala nanometer. Pada ukuran ini, partikel tetap efektif dalam menyerap dan
memantulkan sinar UVA dan UVB, tetapi menjadi lebih transparan saat
diaplikasikan, sehingga mengurangi efek white cast (Singh & Nanda, 2014).
Nanopartikel tersebut biasanya didispersikan dalam sistem emulsi atau
nanoemulsi untuk meningkatkan kestabilan dan kemudahan aplikasi. Berbagai
kajian menunjukkan bahwa partikel ZnO dan TiO? berukuran nano tetap berada di
lapisan permukaan kulit yang utuh dan tidak menembus ke jaringan hidup, sehingga
mendukung aspek keamanan (Smijs & Pavel, 2011). Kombinasi antara desain
partikel dan sistem formulasi ini menjadikan sunscreen nano banyak digunakan
dalam produk perlindungan matahari modern yang menekankan efektivitas,
estetika, dan kenyamanan penggunaan sehari-hari (Bhat et al., 2022; Hossain et
al., 2024).
Selain
sistem perawatan dan perlindungan kulit, prinsip rekayasa nano juga diterapkan
pada kosmetik dekoratif yang menuntut presisi visual dan stabilitas warna.
Dalam kategori ini, nanoteknologi tidak hanya berperan dalam membawa bahan
aktif, tetapi juga dalam mengendalikan interaksi cahaya dengan permukaan kulit.
Pendekatan nano memungkinkan pengaturan ukuran dan distribusi pigmen secara
lebih seragam, sehingga karakter visual produk dapat dirancang dengan tingkat
ketelitian yang tinggi (Yang et al., 2023). Dengan mengendalikan skala
partikel, formulasi kosmetik dekoratif dapat menghasilkan tampilan yang lebih
halus dan konsisten tanpa perlu meningkatkan jumlah pigmen secara berlebihan.
Dari
sisi desain dan penerapannya, kosmetik dekoratif modern banyak memanfaatkan
nano-pigmen anorganik maupun organik dengan ukuran partikel yang diperkecil
hingga skala nanometer. Pigmen seperti iron oxides, titanium dioxide, dan mica
dalam bentuk nano menghasilkan indeks refraksi dan kapasitas adsorpsi yang
lebih tinggi (Mascarenhas-Melo et al., 2023). Sifat fisikokimia ini
memungkinkan penyebaran warna yang lebih merata serta efek hamburan cahaya yang
menghasilkan tampilan “soft-focus”. Efek ini berkontribusi dalam menyamarkan
ketidaksempurnaan permukaan kulit, meningkatkan keseragaman rona, dan
memperbaiki daya lekat warna. Penerapan teknologi ini terlihat jelas pada
foundation, lipstik, dan eyeshadow, di mana tekstur produk menjadi lebih
ringan, warna lebih tahan lama, dan hasil akhir tampak natural. Dengan
demikian, nanoteknologi dalam kosmetik dekoratif mendukung tercapainya estetika
modern yang menekankan keselarasan antara performa visual dan kenyamanan
penggunaan.
Dengan
semakin luasnya penerapan nanoteknologi dalam berbagai kategori kosmetik, mulai
dari perawatan kulit hingga kosmetik dekoratif, aspek keamanan menjadi
perhatian utama dalam pengembangannya (Singh & Nanda, 2012). Penggunaan
material berukuran nano menuntut evaluasi yang lebih komprehensif dibandingkan
bahan konvensional, sehingga setiap nanomaterial harus melalui rangkaian
pengujian yang ketat. Proses ini mencakup uji toksikologi, studi penetrasi
kulit, serta penilaian risiko berbasis regulasi sebelum suatu bahan diizinkan
untuk digunakan secara luas (Fytianos et al., 2020; Oliveira et al., 2022;
Santos et al., 2019). Pendekatan tersebut bertujuan memastikan bahwa
peningkatan performa kosmetik melalui rekayasa nano tetap selaras dengan
prinsip kehati-hatian, keselamatan pengguna, dan tanggung jawab ilmiah.
Dalam
kerangka pengembangan yang terkontrol dan berbasis sains inilah nanoteknologi
membawa kosmetik memasuki fase baru. Produk kecantikan tidak lagi diposisikan
semata sebagai formulasi estetis, melainkan sebagai sistem rekayasa ilmiah yang
dirancang dengan tingkat presisi tinggi. Bagi perempuan, hal ini menghadirkan
pilihan produk yang tidak hanya meningkatkan penampilan visual, tetapi juga
selaras dengan biologi kulit dan mendukung kesehatan jangka panjang. Dengan
demikian, kecantikan masa depan dipahami sebagai kecantikan yang cerdas,
berlandaskan sains, dan dikembangkan secara bertanggung jawab.
Sebagai
renungan, penting untuk dipahami bahwa nanoteknologi dalam kosmetik berperan
dalam meningkatkan penampilan melalui pendekatan perawatan kulit dan estetika
tanpa menyentuh atau mengubah struktur genetik manusia. Perubahan yang
dihasilkan bersifat sementara dan tidak diwariskan secara biologis. Upaya
mempercantik diri melalui pendekatan ilmiah yang aman dan bertanggung jawab
menjadi bagian dari ikhtiar menjaga amanah, selama tetap berada dalam bingkai
keseimbangan dan adab. Dalam perspektif ini, kecantikan tidak semata diukur
dari hasil visual yang tampak, melainkan juga dari kesadaran dan sikap yang
menyertainya. Kecantikan yang paling bernilai adalah kecantikan yang terjaga
martabatnya, yang diperuntukkan bagi pasangan yang sah, dan tercermin dalam
sikap lembut, penghormatan, serta ketenangan dalam kehidupan berumah tangga di
mana komunikasi dijaga dengan adab dan suara istri tidak meninggi di hadapan
suami. Dengan demikian, pengetahuan dan
teknologi dapat menjadi jalan untuk menghadirkan keindahan yang utuh, lahiriah
sekaligus batiniah yang tumbuh dari niat baik dan kebijaksanaan dalam memaknai
diri.
Referensi:
Achagar, R., Ait-Touchente, Z., El Ati, R., Boujdi, K., Thoume, A., Abdou, A., & Touzani, R. (2024). A Comprehensive Review of Essential Oil–Nanotechnology Synergy for Advanced Dermocosmetic Delivery. Cosmetics, 11(2), 48. https://doi.org/10.3390/cosmetics11020048
Asvar, Z., Nowroozi, G., Jalali, P., Rahmani, S., & Moradi, S. (2025). Investigating the Effects of Cholesterol and Lipid Purity on Phospholipid Stability in Liposomal Nanocarriers Using Molecular Dynamics Simulations. Journal of Reports in Pharmaceutical Sciences, 13(1). https://doi.org/10.5812/jrps-161931
Bhat, B. B., Kamath, P. P., Chatterjee, S., Bhattacherjee, R., & Nayak, U. Y. (2022). Recent Updates on Nanocosmeceutical Skin Care and Anti-Aging Products. Current Pharmaceutical Design, 28(15), 1258–1271. https://doi.org/10.2174/1381612828666220321142140
Brito, S., Baek, M., & Bin, B.-H. (2024). Skin Structure, Physiology, and Pathology in Topical and Transdermal Drug Delivery. Pharmaceutics, 16(11), 1403. https://doi.org/10.3390/pharmaceutics16111403
Chen, L., Cheng, L., & Doyle, P. S. (2020). Nanoemulsion-Loaded Capsules for Controlled Delivery of Lipophilic Active Ingredients. Advanced Science, 7(20), 2001677. https://doi.org/10.1002/advs.202001677
Chernenko, T., Sawant, R. R., Miljkovic, M., Quintero,
L., Diem, M., & Torchilin, V. (2012). Raman Microscopy for Noninvasive
Imaging of Pharmaceutical Nanocarriers: Intracellular Distribution of Cationic
Liposomes of Different Composition. Molecular Pharmaceutics, 9(4), 930–936.
https://doi.org/10.1021/mp200519y
Goswami, A. S., Rawat, R., Pillai, P., Saw, R. K., Joshi, D., & Mandal, A. (2023). Formulation and characterization of nanoemulsions stabilized by nonionic surfactant and their application in enhanced oil recovery. Petroleum Science and Technology, 42(21), 2990–3008. https://doi.org/10.1080/10916466.2023.2181357
Fytianos, G., Rahdar, A., & Kyzas, G. Z. (2020). Nanomaterials in Cosmetics: Recent Updates. Nanomaterials, 10(5), 979. https://doi.org/10.3390/nano10050979
Gupta, V., Mohapatra, S., Mishra, H., Farooq, U., Kumar, K., Ansari, M., Aldawsari, M., Alalaiwe, A., Mirza, M., & Iqbal, Z. (2022). Nanotechnology in Cosmetics and Cosmeceuticals-A Review of Latest Advancements. Gels (Basel, Switzerland), 8(3), 173. https://doi.org/10.3390/gels8030173
Hossain, N., Abdullah, M., Ahsan, Z., Yesmin, F., Islam, M. A., & Islam, S. (2024). Advances in Nanoparticles for Skin Protection — A Review. Nano LIFE, 15(02). https://doi.org/10.1142/s1793984424300048
Kaur, I., & Agrawal, R. (2007). Nanotechnology: A New Paradigm in Cosmeceuticals. Recent Patents on Drug Delivery & Formulation, 1(2), 171–182. https://doi.org/10.2174/187221107780831888
Khobragade, R., Chaudhary, A. A., Ali, M. A. M., Kale, M., Raut, N., Ghive, P., Rudayni, H. A., Nagpurkar, K., Umekar, M., & Trivedi, R. (2025). Nanotechnology-Enhanced Sunscreens: Balancing Efficacy, Safety, and Environmental Impact. Pharmaceutics, 17(8), 1080. https://doi.org/10.3390/pharmaceutics17081080
Kim, J. (2025). Smart Nanocarriers in Cosmeceuticals Through Advanced Delivery Systems. Biomimetics (Basel, Switzerland), 10(4), 217. https://doi.org/10.3390/biomimetics10040217
Kumar, N., & Mandal, A. (2018). Surfactant Stabilized Oil-in-Water Nanoemulsion: Stability, Interfacial Tension, and Rheology Study for Enhanced Oil Recovery Application. Energy & Fuels, 32(6), 6452–6466. https://doi.org/10.1021/acs.energyfuels.8b00043
Luo, X., Ao, S., Wu, H., Mcclements, D. J., Fang, L., Huang, M., Zhou, Y., Yin, X., Xi, M., Cai, T., & Zhu, K. (2023). Hyaluronic Acid Poly(glyceryl)10-Stearate Derivatives: Novel Emulsifiers for Improving the Gastrointestinal Stability and Bioaccessibility of Coenzyme Q10 Nanoemulsions. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 71(29), 11180–11194. https://doi.org/10.1021/acs.jafc.3c02322
Mascarenhas-Melo, F., Mathur, A., Murugappan, S., Sharma, A., Tanwar, K., Dua, K., Singh, S. K., Mazzola, P. G., Yadav, D. N., Rengan, A. K., Veiga, F., & Paiva-Santos, A. C. (2023). Inorganic nanoparticles in dermopharmaceutical and cosmetic products: Properties, formulation development, toxicity, and regulatory issues. European Journal of Pharmaceutics and Biopharmaceutics, 192, 25–40. https://doi.org/10.1016/j.ejpb.2023.09.011
Musazzi, U. M., Franzè, S., Minghetti, P., & Casiraghi, A. (2017). Emulsion versus nanoemulsion: how much is the formulative shift critical for a cosmetic product? Drug Delivery and Translational Research, 8(2), 414–421. https://doi.org/10.1007/s13346-017-0390-7
Oliveira, C., Coelho, C., Teixeira, J. A., Ferreira-Santos, P., & Botelho, C. M. (2022). Nanocarriers as Active Ingredients Enhancers in the Cosmetic Industry-The European and North America Regulation Challenges. Molecules, 27(5), 1669. https://doi.org/10.3390/molecules27051669
Pavlou, P., Siamidi, A., Varvaresou, A., & Vlachou, M. (2021). Skin Care Formulations and Lipid Carriers as Skin Moisturizing Agents. Cosmetics, 8(3), 89. https://doi.org/10.3390/cosmetics8030089
Qu, J., Zhang, L., Chen, Z., Mao, G., Gao, Z., Lai, X., Zhu, X., & Zhu, J. (2016). Nanostructured lipid carriers, solid lipid nanoparticles, and polymeric nanoparticles: which kind of drug delivery system is better for glioblastoma chemotherapy? Drug Delivery, 23(9), 3408–3416. https://doi.org/10.1080/10717544.2016.1189465
Queiroz, M. D. C. V., & Muehlmann, L. A. (2024). Characteristics and Preparation of Solid Lipid Nanoparticles and Nanostructured Lipid Carriers. Journal of Nanotheranostics, 5(4), 188–211. https://doi.org/10.3390/jnt5040012
Ribeiro, R. C. D. A., Barreto, S. M. D. A. G., Ostrosky, E. A., Rocha-Filho, P. A., Veríssimo, L. M., & Ferrari, M. (2015). Production and Characterization of Cosmetic Nanoemulsions Containing Opuntia ficus-indica (L.) Mill Extract as Moisturizing Agent. Molecules, 20(2), 2492–2509. https://doi.org/10.3390/molecules20022492
Salvia-Trujillo, L., Soliva-Fortuny, R., Rojas-Graü, M. A., Mcclements, D. J., & Martín-Belloso, O. (2017). Edible Nanoemulsions as Carriers of Active Ingredients: A Review. Annual Review of Food Science and Technology, 8(1), 439–466. https://doi.org/10.1146/annurev-food-030216-025908
Santos, A. C., Morais, F., Simões, A., Pereira, I., Sequeira, J. A. D., Pereira-Silva, M., Veiga, F., & Ribeiro, A. (2019). Nanotechnology for the development of new cosmetic formulations. Expert Opinion on Drug Delivery, 16(4), 313–330. https://doi.org/10.1080/17425247.2019.1585426
Singh, P., & Nanda, A. (2012). Nanotechnology in cosmetics: a boon or bane? Toxicological & Environmental Chemistry, 94(8), 1467–1479. https://doi.org/10.1080/02772248.2012.723482
Singh, P., & Nanda, A. (2014). Enhanced sun protection of nano?sized metal oxide particles over conventional metal oxide particles: An in vitro comparative study. International Journal of Cosmetic Science, 36(3), 273–283. https://doi.org/10.1111/ics.12124
Smijs, T., & Pavel, P. (2011). Titanium dioxide and zinc oxide nanoparticles in sunscreens: focus on their safety and effectiveness. Nanotechnology, Science and Applications, 4(1), 95. https://doi.org/10.2147/nsa.s19419
Somboon, K., Chng, C.-P., Huang, C., & Gupta, S. (2025). Enhancing Niacinamide Skin Penetration by Other Skin Brightening Agents: a Molecular Dynamics Simulation Study. Mdpi Ag. https://doi.org/10.20944/preprints202501.1577.v1
Tiwari, A., Palaria, B., Tiwari, V., Aslam, R., Kumar, A., Sahoo, B. M., Kumar, M., Singh, S., & Kumar, S. (2023). Nanostructured Lipid Carriers: A Promising Carrier in Targeted Drug Delivery System. Current Nanomaterials, 8(1), 23–43. https://doi.org/10.2174/2405461507666220221094925
Wang, Y., Huang, R., Feng, S., & Mo, R. (2025). Advances in nanocarriers for targeted drug delivery and controlled drug release. Chinese Journal of Natural Medicines, 23(5), 513–528. https://doi.org/10.1016/s1875-5364(25)60861-2
Yang, Y., Kim, J. B., Nam, S. K., Zhang, M., Xu, J., Zhu, J., & Kim, S.-H. (2023). Nanostructure-free crescent-shaped microparticles as full-color reflective pigments. Nature Communications, 14(1). https://doi.org/10.1038/s41467-023-36482-4
Zhou, H., Luo, D., Chen, D., Tan, X., Bai, X., Liu,
Z., Yang, X., & Liu, W. (2021). Current Advances of Nanocarrier
Technology-Based Active Cosmetic Ingredients for Beauty Applications. Clinical,
Cosmetic and Investigational Dermatology, 14(4), 867–887.
https://doi.org/10.2147/ccid.s313429