Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Detail Artikel
Teknologi Nano dalam Kosmetik Modern

Teknologi Nano dalam Kosmetik Modern

Aisyah, S.Si., M.Si.

Pada tulisan seri “Kimia di Balik Skincare” sebelumnya, pembahasan difokuskan pada bahan kimia di balik skincare, mulai dari basic skincare, whitening agent, anti-aging, hingga exfoliating agent. Sebagai kelanjutannya, tulisan ini menyoroti aspek lain yang tidak kalah menentukan, yaitu ukuran partikel dan strategi formulasi. Dalam kosmetik modern, bahan aktif yang sama dapat menunjukkan performa berbeda ketika ukuran partikelnya diatur secara presisi, karena faktor ini memengaruhi stabilitas, kenyamanan pemakaian, serta efisiensi interaksi bahan dengan permukaan kulit. Prinsip inilah yang mendorong berkembangnya penerapan teknologi nano sebagai salah satu pendekatan penting dalam rekayasa kosmetik.

Perkembangan tersebut sejalan dengan pergeseran industri kecantikan yang semakin berbasis riset. Produk tidak lagi hanya mengandalkan tren visual atau klaim pemasaran, melainkan dirancang melalui pendekatan ilmiah yang terukur. Di balik serum anti-aging yang terasa ringan, sunscreen yang transparan tanpa white cast, hingga foundation yang halus dan menyatu dengan kulit, terdapat rekayasa sains yang kompleks. Salah satu pendekatan paling berpengaruh dalam transformasi ini adalah nanoteknologi (Oliveira et al., 2022). Dengan memanfaatkan material berukuran sangat kecil, sekitar satu per miliar meter atau jauh di bawah batas penglihatan mata, nanoteknologi memungkinkan bahan aktif bekerja lebih stabil dan efektif sesuai kebutuhan formulasi. Pada titik ini, kosmetik modern berkembang dari sekadar campuran bahan menjadi produk hasil rekayasa ilmiah yang presisi. 

Nanoteknologi dalam dunia kecantikan merujuk pada proses rekayasa bahan aktif dan sistem penghantarannya pada skala nanometer, umumnya antara 1 hingga 100 nanometer. Pada ukuran sekecil ini, suatu material dapat menunjukkan sifat fisik dan kimia yang berbeda dibandingkan bentuk makroskopiknya. Luas permukaan meningkat drastis, stabilitas bahan menjadi lebih baik, dan interaksinya dengan lapisan kulit dapat dikendalikan secara lebih spesifik (Gupta et al., 2022). Penting untuk dipahami bahwa nanoteknologi bukanlah upaya mengganti bahan kosmetik yang telah dikenal, melainkan strategi untuk mengoptimalkan bagaimana bahan tersebut dihantarkan, dilindungi, dan bekerja di permukaan kulit (Kaur & Agrawal, 2007). Dengan kata lain, fokusnya bukan pada “apa” yang digunakan, melainkan “bagaimana” bahan itu berfungsi secara lebih cerdas.

Relevansi pendekatan nano menjadi semakin jelas ketika dikaitkan dengan karakter kulit manusia, khususnya kulit perempuan yang sering mengalami dinamika fisiologis akibat faktor hormonal, lingkungan, dan gaya hidup. Kulit merupakan sistem biologis yang sangat kompleks dan selektif. Ia berfungsi sebagai pelindung utama tubuh dari dunia luar, tetapi sekaligus menjadi penghalang bagi penetrasi banyak bahan aktif yang justru dibutuhkan untuk perawatan. Tantangan inilah yang selama bertahun-tahun membatasi efektivitas kosmetik konvensional. Nanoteknologi hadir sebagai solusi strategis dengan memungkinkan peningkatan efisiensi kerja bahan aktif, perlindungan senyawa sensitif dari degradasi oksidatif, pengaturan pelepasan bahan secara bertahap, serta peningkatan kenyamanan penggunaan melalui tekstur yang lebih ringan dan tidak lengket (Achagar et al., 2024). Hasil akhirnya adalah produk yang bekerja lebih efektif tanpa harus bersifat agresif terhadap kulit (Brito et al., 2024).

Dalam pengembangan kosmetik modern, penerapan nanoteknologi diarahkan pada perancangan sistem yang mampu mengoptimalkan kinerja bahan aktif. Fokus utama tidak hanya terletak pada karakteristik kimia bahan, tetapi juga pada desain sistem penghantarannya. Ilmu material, kimia organik dan fisik berperan penting dalam pengembangan struktur nano yang dapat membawa, melindungi, serta melepaskan molekul aktif secara terkendali. Formulasi kosmetik dengan demikian merupakan hasil integrasi prinsip kimia, fisika, dan biologi, di mana ukuran partikel, bentuk, dan organisasi molekuler ditentukan secara presisi untuk mencapai performa yang diharapkan. Dalam kerangka ini, kosmetik berkembang dari sekadar campuran bahan menjadi sistem fungsional yang dirancang secara rasional.

Salah satu wujud paling signifikan dari pendekatan tersebut adalah pengembangan nanocarrier, yaitu sistem pembawa bahan aktif berukuran nano yang berfungsi layaknya kendaraan mikroskopis. Nanocarrier dirancang untuk melindungi bahan aktif dari pengaruh lingkungan luar, menjaga kestabilannya, serta memastikan penghantaran ke lokasi kerja yang tepat di permukaan kulit (Wang et al., 2025; Zhou et al., 2021). Keberadaan sistem ini menjadi sangat krusial bagi bahan aktif populer seperti retinol, vitamin C, niacinamide, dan peptide, senyawa-senyawa yang dikenal efektif namun sensitif dan berpotensi menimbulkan iritasi bila tidak diformulasikan dengan cermat. Melalui nanocarrier, efektivitas dan tolerabilitas bahan aktif dapat diseimbangkan dalam satu sistem yang terkontrol yang memberi waktu bagi kulit untuk beradaptasi sementara efektivtas bahan aktif tetap terjaga. Pendekatan ini mencerminkan arah baru skincare modern, yaitu hasil yang nyata dengan risiko minimal, mendukung kesehatan kulit jangka panjang (Kim, 2025).

Dalam kerangka desain tersebut, berkembang beragam jenis nanocarrier dengan arsitektur struktur yang kaya dan elegan. Liposom, yang tersusun dari fosfolipid seperti phosphatidylcholine, secara spontan membentuk vesikel berlapis ganda menyerupai membran sel, menghadirkan keteraturan dan kompatibilitas biologis pada skala molekuler (Asvar et al., 2025; Chernenko et al., 2012). Solid lipid nanoparticles menampilkan karakter berbeda melalui matriks lipid padat seperti glyceryl behenate atau cetyl palmitate, membentuk struktur kristalin nano yang rapat dan stabil. Sementara itu, nanostructured lipid carriers menawarkan arsitektur yang lebih dinamis dengan mengombinasikan lipid padat dan lipid cair seperti oleic acid, menciptakan ruang internal yang tidak sepenuhnya teratur namun fungsional (Qu et al., 2016; Queiroz & Muehlmann, 2024; Tiwari et al., 2023). Keanekaragaman struktur ini menunjukkan bahwa pada skala nano, efisiensi dan keindahan dapat berjalan beriringan di mana desain molekuler yang presisi justru melahirkan sistem yang anggun sekaligus efektif. Namun, tidak semua sistem nano mengandalkan struktur pembawa yang kaku dan terdefinisi, karena pada formulasi tertentu pendekatan yang lebih dinamis melalui sistem dispersi fluida seperti nanoemulsi justru menjadi kunci kenyamanan dan kinerja produk.

Nanoemulsi dikembangkan sebagai pendekatan desain formulasi yang berfokus pada kestabilan sistem dispersi dan karakter fluida produk (Kumar & Mandal, 2018). Nanoemulsi merupakan sistem dua fase antara minyak dan air yang distabilkan oleh surfaktan, dengan ukuran droplet berada pada skala nanometer dan terdistribusi secara homogen. Ukuran droplet yang sangat kecil menghasilkan luas antarmuka yang tinggi, yang secara langsung memengaruhi sifat reologi, transparansi, dan stabilitas fisik formulasi (Kumar & Mandal, 2018). Konfigurasi ini memungkinkan produk memiliki viskositas rendah, tampilan jernih atau semi-transparan, serta sensasi ringan saat diaplikasikan, sehingga sesuai untuk produk perawatan kulit modern yang menuntut kenyamanan dan konsistensi performa (Goswami et al., 2023).

Dari sisi struktur dan penerapannya, nanoemulsi dapat dirancang dalam berbagai konfigurasi sesuai dengan karakter bahan aktif yang dibawa. Pada sistem oil-in-water, bahan aktif lipofilik seperti vitamin E (?-tocopherol), koenzim Q10, dan retinol terenkapsulasi di dalam droplet minyak yang terdispersi halus dalam fase air (Chen et al., 2020; Luo et al., 2023), menghasilkan formulasi yang ringan dan mudah diratakan di kulit (Musazzi et al., 2017; Salvia-Trujillo et al., 2017). Sebaliknya, pada sistem water-in-oil, senyawa hidrofilik seperti niacinamide (Somboon et al., 2025) atau asam hialuronat berada dalam fase air yang terperangkap di dalam matriks minyak, sehingga lebih sesuai untuk produk dengan fungsi perlindungan dan pelembap intensif (Ribeiro et al., 2015). Fleksibilitas struktur ini menjadikan nanoemulsi banyak diaplikasikan dalam serum wajah, sunscreen, serta produk perawatan rambut, karena mampu mendistribusikan bahan aktif secara merata tanpa meninggalkan rasa berat pada kulit maupun rambut (Pavlou et al., 2021).

Seiring berkembangnya sistem dispersi fluida seperti nanoemulsi, prinsip rekayasa nano juga diterapkan pada formulasi yang menuntut keseimbangan antara efektivitas fungsional dan penerimaan visual, salah satunya adalah sunscreen. Dalam konteks perlindungan kulit terhadap radiasi ultraviolet, pendekatan nano digunakan untuk mengoptimalkan kinerja bahan penyaring UV tanpa mengorbankan kenyamanan pemakaian. Sunscreen mineral bekerja dengan mekanisme pemantulan dan penyebaran sinar UV, namun secara konvensional sering menimbulkan masalah estetika akibat ukuran partikel yang relatif besar. Melalui rekayasa ukuran pada skala nano, sifat optik dan fisik bahan penyaring UV dapat dikendalikan sehingga fungsi proteksi tetap optimal dengan tampilan yang lebih halus di kulit (Khobragade et al., 2025).

Dari sisi desain dan aplikasi, sunscreen nano umumnya memanfaatkan nanopartikel zinc oxide (ZnO) dan titanium dioxide (TiO?) dengan ukuran yang diperkecil hingga skala nanometer. Pada ukuran ini, partikel tetap efektif dalam menyerap dan memantulkan sinar UVA dan UVB, tetapi menjadi lebih transparan saat diaplikasikan, sehingga mengurangi efek white cast (Singh & Nanda, 2014). Nanopartikel tersebut biasanya didispersikan dalam sistem emulsi atau nanoemulsi untuk meningkatkan kestabilan dan kemudahan aplikasi. Berbagai kajian menunjukkan bahwa partikel ZnO dan TiO? berukuran nano tetap berada di lapisan permukaan kulit yang utuh dan tidak menembus ke jaringan hidup, sehingga mendukung aspek keamanan (Smijs & Pavel, 2011). Kombinasi antara desain partikel dan sistem formulasi ini menjadikan sunscreen nano banyak digunakan dalam produk perlindungan matahari modern yang menekankan efektivitas, estetika, dan kenyamanan penggunaan sehari-hari (Bhat et al., 2022; Hossain et al., 2024).

Selain sistem perawatan dan perlindungan kulit, prinsip rekayasa nano juga diterapkan pada kosmetik dekoratif yang menuntut presisi visual dan stabilitas warna. Dalam kategori ini, nanoteknologi tidak hanya berperan dalam membawa bahan aktif, tetapi juga dalam mengendalikan interaksi cahaya dengan permukaan kulit. Pendekatan nano memungkinkan pengaturan ukuran dan distribusi pigmen secara lebih seragam, sehingga karakter visual produk dapat dirancang dengan tingkat ketelitian yang tinggi (Yang et al., 2023). Dengan mengendalikan skala partikel, formulasi kosmetik dekoratif dapat menghasilkan tampilan yang lebih halus dan konsisten tanpa perlu meningkatkan jumlah pigmen secara berlebihan.

Dari sisi desain dan penerapannya, kosmetik dekoratif modern banyak memanfaatkan nano-pigmen anorganik maupun organik dengan ukuran partikel yang diperkecil hingga skala nanometer. Pigmen seperti iron oxides, titanium dioxide, dan mica dalam bentuk nano menghasilkan indeks refraksi dan kapasitas adsorpsi yang lebih tinggi (Mascarenhas-Melo et al., 2023). Sifat fisikokimia ini memungkinkan penyebaran warna yang lebih merata serta efek hamburan cahaya yang menghasilkan tampilan “soft-focus”. Efek ini berkontribusi dalam menyamarkan ketidaksempurnaan permukaan kulit, meningkatkan keseragaman rona, dan memperbaiki daya lekat warna. Penerapan teknologi ini terlihat jelas pada foundation, lipstik, dan eyeshadow, di mana tekstur produk menjadi lebih ringan, warna lebih tahan lama, dan hasil akhir tampak natural. Dengan demikian, nanoteknologi dalam kosmetik dekoratif mendukung tercapainya estetika modern yang menekankan keselarasan antara performa visual dan kenyamanan penggunaan.

Dengan semakin luasnya penerapan nanoteknologi dalam berbagai kategori kosmetik, mulai dari perawatan kulit hingga kosmetik dekoratif, aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam pengembangannya (Singh & Nanda, 2012). Penggunaan material berukuran nano menuntut evaluasi yang lebih komprehensif dibandingkan bahan konvensional, sehingga setiap nanomaterial harus melalui rangkaian pengujian yang ketat. Proses ini mencakup uji toksikologi, studi penetrasi kulit, serta penilaian risiko berbasis regulasi sebelum suatu bahan diizinkan untuk digunakan secara luas (Fytianos et al., 2020; Oliveira et al., 2022; Santos et al., 2019). Pendekatan tersebut bertujuan memastikan bahwa peningkatan performa kosmetik melalui rekayasa nano tetap selaras dengan prinsip kehati-hatian, keselamatan pengguna, dan tanggung jawab ilmiah.

Dalam kerangka pengembangan yang terkontrol dan berbasis sains inilah nanoteknologi membawa kosmetik memasuki fase baru. Produk kecantikan tidak lagi diposisikan semata sebagai formulasi estetis, melainkan sebagai sistem rekayasa ilmiah yang dirancang dengan tingkat presisi tinggi. Bagi perempuan, hal ini menghadirkan pilihan produk yang tidak hanya meningkatkan penampilan visual, tetapi juga selaras dengan biologi kulit dan mendukung kesehatan jangka panjang. Dengan demikian, kecantikan masa depan dipahami sebagai kecantikan yang cerdas, berlandaskan sains, dan dikembangkan secara bertanggung jawab.

Sebagai renungan, penting untuk dipahami bahwa nanoteknologi dalam kosmetik berperan dalam meningkatkan penampilan melalui pendekatan perawatan kulit dan estetika tanpa menyentuh atau mengubah struktur genetik manusia. Perubahan yang dihasilkan bersifat sementara dan tidak diwariskan secara biologis. Upaya mempercantik diri melalui pendekatan ilmiah yang aman dan bertanggung jawab menjadi bagian dari ikhtiar menjaga amanah, selama tetap berada dalam bingkai keseimbangan dan adab. Dalam perspektif ini, kecantikan tidak semata diukur dari hasil visual yang tampak, melainkan juga dari kesadaran dan sikap yang menyertainya. Kecantikan yang paling bernilai adalah kecantikan yang terjaga martabatnya, yang diperuntukkan bagi pasangan yang sah, dan tercermin dalam sikap lembut, penghormatan, serta ketenangan dalam kehidupan berumah tangga di mana komunikasi dijaga dengan adab dan suara istri tidak meninggi di hadapan suami. Dengan demikian, pengetahuan dan teknologi dapat menjadi jalan untuk menghadirkan keindahan yang utuh, lahiriah sekaligus batiniah yang tumbuh dari niat baik dan kebijaksanaan dalam memaknai diri.

Referensi:

Achagar, R., Ait-Touchente, Z., El Ati, R., Boujdi, K., Thoume, A., Abdou, A., & Touzani, R. (2024). A Comprehensive Review of Essential Oil–Nanotechnology Synergy for Advanced Dermocosmetic Delivery. Cosmetics, 11(2), 48. https://doi.org/10.3390/cosmetics11020048

Asvar, Z., Nowroozi, G., Jalali, P., Rahmani, S., & Moradi, S. (2025). Investigating the Effects of Cholesterol and Lipid Purity on Phospholipid Stability in Liposomal Nanocarriers Using Molecular Dynamics Simulations. Journal of Reports in Pharmaceutical Sciences, 13(1). https://doi.org/10.5812/jrps-161931

Bhat, B. B., Kamath, P. P., Chatterjee, S., Bhattacherjee, R., & Nayak, U. Y. (2022). Recent Updates on Nanocosmeceutical Skin Care and Anti-Aging Products. Current Pharmaceutical Design, 28(15), 1258–1271. https://doi.org/10.2174/1381612828666220321142140

Brito, S., Baek, M., & Bin, B.-H. (2024). Skin Structure, Physiology, and Pathology in Topical and Transdermal Drug Delivery. Pharmaceutics, 16(11), 1403. https://doi.org/10.3390/pharmaceutics16111403

Chen, L., Cheng, L., & Doyle, P. S. (2020). Nanoemulsion-Loaded Capsules for Controlled Delivery of Lipophilic Active Ingredients. Advanced Science, 7(20), 2001677. https://doi.org/10.1002/advs.202001677

Chernenko, T., Sawant, R. R., Miljkovic, M., Quintero, L., Diem, M., & Torchilin, V. (2012). Raman Microscopy for Noninvasive Imaging of Pharmaceutical Nanocarriers: Intracellular Distribution of Cationic Liposomes of Different Composition. Molecular Pharmaceutics, 9(4), 930–936. https://doi.org/10.1021/mp200519y

Goswami, A. S., Rawat, R., Pillai, P., Saw, R. K., Joshi, D., & Mandal, A. (2023). Formulation and characterization of nanoemulsions stabilized by nonionic surfactant and their application in enhanced oil recovery. Petroleum Science and Technology, 42(21), 2990–3008. https://doi.org/10.1080/10916466.2023.2181357

Fytianos, G., Rahdar, A., & Kyzas, G. Z. (2020). Nanomaterials in Cosmetics: Recent Updates. Nanomaterials, 10(5), 979. https://doi.org/10.3390/nano10050979

Gupta, V., Mohapatra, S., Mishra, H., Farooq, U., Kumar, K., Ansari, M., Aldawsari, M., Alalaiwe, A., Mirza, M., & Iqbal, Z. (2022). Nanotechnology in Cosmetics and Cosmeceuticals-A Review of Latest Advancements. Gels (Basel, Switzerland), 8(3), 173. https://doi.org/10.3390/gels8030173

Hossain, N., Abdullah, M., Ahsan, Z., Yesmin, F., Islam, M. A., & Islam, S. (2024). Advances in Nanoparticles for Skin Protection — A Review. Nano LIFE, 15(02). https://doi.org/10.1142/s1793984424300048

Kaur, I., & Agrawal, R. (2007). Nanotechnology: A New Paradigm in Cosmeceuticals. Recent Patents on Drug Delivery & Formulation, 1(2), 171–182. https://doi.org/10.2174/187221107780831888

Khobragade, R., Chaudhary, A. A., Ali, M. A. M., Kale, M., Raut, N., Ghive, P., Rudayni, H. A., Nagpurkar, K., Umekar, M., & Trivedi, R. (2025). Nanotechnology-Enhanced Sunscreens: Balancing Efficacy, Safety, and Environmental Impact. Pharmaceutics, 17(8), 1080. https://doi.org/10.3390/pharmaceutics17081080

Kim, J. (2025). Smart Nanocarriers in Cosmeceuticals Through Advanced Delivery Systems. Biomimetics (Basel, Switzerland), 10(4), 217. https://doi.org/10.3390/biomimetics10040217

Kumar, N., & Mandal, A. (2018). Surfactant Stabilized Oil-in-Water Nanoemulsion: Stability, Interfacial Tension, and Rheology Study for Enhanced Oil Recovery Application. Energy & Fuels, 32(6), 6452–6466. https://doi.org/10.1021/acs.energyfuels.8b00043

Luo, X., Ao, S., Wu, H., Mcclements, D. J., Fang, L., Huang, M., Zhou, Y., Yin, X., Xi, M., Cai, T., & Zhu, K. (2023). Hyaluronic Acid Poly(glyceryl)10-Stearate Derivatives: Novel Emulsifiers for Improving the Gastrointestinal Stability and Bioaccessibility of Coenzyme Q10 Nanoemulsions. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 71(29), 11180–11194. https://doi.org/10.1021/acs.jafc.3c02322

Mascarenhas-Melo, F., Mathur, A., Murugappan, S., Sharma, A., Tanwar, K., Dua, K., Singh, S. K., Mazzola, P. G., Yadav, D. N., Rengan, A. K., Veiga, F., & Paiva-Santos, A. C. (2023). Inorganic nanoparticles in dermopharmaceutical and cosmetic products: Properties, formulation development, toxicity, and regulatory issues. European Journal of Pharmaceutics and Biopharmaceutics, 192, 25–40. https://doi.org/10.1016/j.ejpb.2023.09.011

Musazzi, U. M., Franzè, S., Minghetti, P., & Casiraghi, A. (2017). Emulsion versus nanoemulsion: how much is the formulative shift critical for a cosmetic product? Drug Delivery and Translational Research, 8(2), 414–421. https://doi.org/10.1007/s13346-017-0390-7

Oliveira, C., Coelho, C., Teixeira, J. A., Ferreira-Santos, P., & Botelho, C. M. (2022). Nanocarriers as Active Ingredients Enhancers in the Cosmetic Industry-The European and North America Regulation Challenges. Molecules, 27(5), 1669. https://doi.org/10.3390/molecules27051669

Pavlou, P., Siamidi, A., Varvaresou, A., & Vlachou, M. (2021). Skin Care Formulations and Lipid Carriers as Skin Moisturizing Agents. Cosmetics, 8(3), 89. https://doi.org/10.3390/cosmetics8030089

Qu, J., Zhang, L., Chen, Z., Mao, G., Gao, Z., Lai, X., Zhu, X., & Zhu, J. (2016). Nanostructured lipid carriers, solid lipid nanoparticles, and polymeric nanoparticles: which kind of drug delivery system is better for glioblastoma chemotherapy? Drug Delivery, 23(9), 3408–3416. https://doi.org/10.1080/10717544.2016.1189465

Queiroz, M. D. C. V., & Muehlmann, L. A. (2024). Characteristics and Preparation of Solid Lipid Nanoparticles and Nanostructured Lipid Carriers. Journal of Nanotheranostics, 5(4), 188–211. https://doi.org/10.3390/jnt5040012

Ribeiro, R. C. D. A., Barreto, S. M. D. A. G., Ostrosky, E. A., Rocha-Filho, P. A., Veríssimo, L. M., & Ferrari, M. (2015). Production and Characterization of Cosmetic Nanoemulsions Containing Opuntia ficus-indica (L.) Mill Extract as Moisturizing Agent. Molecules, 20(2), 2492–2509. https://doi.org/10.3390/molecules20022492

Salvia-Trujillo, L., Soliva-Fortuny, R., Rojas-Graü, M. A., Mcclements, D. J., & Martín-Belloso, O. (2017). Edible Nanoemulsions as Carriers of Active Ingredients: A Review. Annual Review of Food Science and Technology, 8(1), 439–466. https://doi.org/10.1146/annurev-food-030216-025908

Santos, A. C., Morais, F., Simões, A., Pereira, I., Sequeira, J. A. D., Pereira-Silva, M., Veiga, F., & Ribeiro, A. (2019). Nanotechnology for the development of new cosmetic formulations. Expert Opinion on Drug Delivery, 16(4), 313–330. https://doi.org/10.1080/17425247.2019.1585426

Singh, P., & Nanda, A. (2012). Nanotechnology in cosmetics: a boon or bane? Toxicological & Environmental Chemistry, 94(8), 1467–1479. https://doi.org/10.1080/02772248.2012.723482

Singh, P., & Nanda, A. (2014). Enhanced sun protection of nano?sized metal oxide particles over conventional metal oxide particles: An in vitro comparative study. International Journal of Cosmetic Science, 36(3), 273–283. https://doi.org/10.1111/ics.12124

Smijs, T., & Pavel, P. (2011). Titanium dioxide and zinc oxide nanoparticles in sunscreens: focus on their safety and effectiveness. Nanotechnology, Science and Applications, 4(1), 95. https://doi.org/10.2147/nsa.s19419

Somboon, K., Chng, C.-P., Huang, C., & Gupta, S. (2025). Enhancing Niacinamide Skin Penetration by Other Skin Brightening Agents: a Molecular Dynamics Simulation Study. Mdpi Ag. https://doi.org/10.20944/preprints202501.1577.v1

Tiwari, A., Palaria, B., Tiwari, V., Aslam, R., Kumar, A., Sahoo, B. M., Kumar, M., Singh, S., & Kumar, S. (2023). Nanostructured Lipid Carriers: A Promising Carrier in Targeted Drug Delivery System. Current Nanomaterials, 8(1), 23–43. https://doi.org/10.2174/2405461507666220221094925

Wang, Y., Huang, R., Feng, S., & Mo, R. (2025). Advances in nanocarriers for targeted drug delivery and controlled drug release. Chinese Journal of Natural Medicines, 23(5), 513–528. https://doi.org/10.1016/s1875-5364(25)60861-2

Yang, Y., Kim, J. B., Nam, S. K., Zhang, M., Xu, J., Zhu, J., & Kim, S.-H. (2023). Nanostructure-free crescent-shaped microparticles as full-color reflective pigments. Nature Communications, 14(1). https://doi.org/10.1038/s41467-023-36482-4

Zhou, H., Luo, D., Chen, D., Tan, X., Bai, X., Liu, Z., Yang, X., & Liu, W. (2021). Current Advances of Nanocarrier Technology-Based Active Cosmetic Ingredients for Beauty Applications. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 14(4), 867–887. https://doi.org/10.2147/ccid.s313429