Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Detail Artikel
Ketika Bahan Kimia “Berbicara” Seperti Hormon: Kisah di Balik Endocrine-Disrupting Chemicals

Ketika Bahan Kimia “Berbicara” Seperti Hormon: Kisah di Balik Endocrine-Disrupting Chemicals

Penulis: Sjamsiah, S.Si., M.Si., Ph.D.

Suatu pagi, kita memanaskan makanan dalam wadah plastik, menggunakan sabun, memakai kosmetik, lalu beraktivitas seperti biasa. Semua aktivitas tersebut terasa normal. Namun, tanpa disadari, tubuh kita dapat terpapar bahan kimia dalam jumlah sangat kecil dari berbagai produk tersebut. Sebagian bahan kimia ini dikenal sebagai Endocrine-Disrupting Chemicals (EDCs). EDCs adalah senyawa yang dapat “berbicara” seperti hormon di dalam tubuh. Hormon seharusnya membawa pesan penting, kapan tubuh tumbuh, bagaimana metabolisme bekerja, hingga bagaimana sistem reproduksi berfungsi. Ketika EDCs hadir, pesan tersebut bisa menjadi membingungkan.

Bayangkan tubuh sebagai sebuah sistem komunikasi yang sangat rapi. Hormon adalah pesan resmi. Namun, EDCs kadang meniru pesan itu, kadang menghalanginya, dan kadang mengubah jalur pengirimannya. Akibatnya, tubuh dapat menerima perintah yang tidak tepat. Saat ini, yang membuat EDCs menjadi perhatian global adalah sifatnya yang tidak selalu terlihat. Paparan terjadi dalam dosis kecil tetapi berulang. Penelitian menunjukkan keterkaitan EDCs dengan gangguan hormon, perkembangan anak, metabolisme, dan kesehatan reproduksi.

Dalam kehidupan modern, EDCs dapat berasal dari plastik kemasan makanan, kosmetik, pestisida, hingga produk rumah tangga. Hal ini tidak berarti semua produk berbahaya, tetapi menunjukkan pentingnya pemahaman dan pemilihan produk yang lebih aman. Di sinilah ilmu kimia berperan. Melalui kimia analitik, para peneliti mampu mendeteksi EDCs pada tingkat sangat rendah, bahkan ketika tidak terlihat oleh indera manusia. Hasil penelitian ini menjadi dasar regulasi, inovasi produk yang lebih aman, serta edukasi masyarakat.

Perkembangan teknologi analitik modern memungkinkan deteksi EDCs pada tingkat jejak (trace level) menggunakan instrumen seperti LC-MS/MS, GC?MS, dan sensor kimia. Kemampuan ini penting karena EDCs sering hadir dalam matriks kompleks seperti air, pangan, kosmetik, dan lingkungan, sehingga membutuhkan metode analisis yang sensitif dan selektif. Bagi jurusan kimia, topik EDCs membuka ruang riset yang luas. Penelitian tidak hanya berfokus pada identifikasi senyawa, tetapi juga pada pengembangan metode analisis baru, teknologi sensor, material adsorben, serta pendekatan risk assessment. Hal ini menjadikan EDCs sebagai salah satu tema strategis dalam kimia analitik modern.

Selain itu, kajian EDCs berkaitan erat dengan isu keamanan pangan, kosmetik, dan lingkungan. Integrasi kimia analitik dengan green chemistry dan halal science mendorong pengembangan produk yang tidak hanya efektif tetapi juga aman bagi kesehatan jangka panjang. Pada tingkat global, EDCs termasuk dalam kelompok emerging contaminants yang menjadi fokus penelitian internasional. Banyak negara meningkatkan monitoring, regulasi bahan kimia, serta inovasi material pengganti yang lebih aman. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian EDCs memiliki relevansi ilmiah sekaligus dampak sosial yang besar.

Kesadaran merupakan langkah awal. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilih produk dengan bahan lebih aman, dan memahami informasi label merupakan tindakan sederhana yang dapat dilakukan. Pada saat yang sama, peran perguruan tinggi menjadi sangat penting dalam menghasilkan pengetahuan, teknologi deteksi, serta edukasi publik. Melalui riset dan kolaborasi multidisiplin, jurusan kimia dapat berkontribusi dalam memahami paparan EDCs dan mengembangkan solusi berbasis sains.

EDCs mengingatkan kita bahwa bahan kimia di sekitar kita memiliki peran besar dalam kesehatan jangka panjang. Dengan riset, teknologi, dan edukasi, ilmu kimia membantu memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap berjalan seiring dengan perlindungan kesehatan manusia dan lingkungan. Artikel ini menjadi pengingat bahwa memahami bahan kimia bukan berarti menghindari kemajuan, tetapi memastikan bahwa inovasi dilakukan secara bertanggung jawab. Pada akhirnya, ilmu kimia berperan dalam menjembatani perkembangan teknologi, keamanan produk, dan keberlanjutan lingkungan.


Referensi

Diamanti-Kandarakis, E. et al. (2009). Endocrine-disrupting chemicals: an Endocrine Society scientific statement. Endocrine Reviews.

Gore, A. C. et al. (2015). EDC-2: The Endocrine Society scientific statement on endocrine-disrupting chemicals. Endocrine Reviews.

UNEP & WHO (2013). State of the Science of Endocrine Disrupting Chemicals.

Vandenberg, L. N. et al. (2012). Low-dose effects and non-monotonic dose responses of endocrine-disrupting chemicals. Endocrine Reviews.

Richardson, S. D., & Kimura, S. Y. (2017). Emerging environmental contaminants. Analytical Chemistry.

Kabir, E. R. et al. (2015). Potential health risk of endocrine-disrupting chemicals. Environmental Toxicology and Pharmacology.