Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Detail Artikel
Metal-Organic Frameworks (MOFs): Material Cerdas untuk Katalisis Hijau

Metal-Organic Frameworks (MOFs): Material Cerdas untuk Katalisis Hijau

Penulis: Aisyah, S.Si., M.Si.

(Dosen UIN Alauddin Makassar)

Dalam praktik industri konvensional, proses kimia sering dikaitkan dengan asap pabrik, limbah berbahaya, dan konsumsi energi yang besar. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan perlahan mengubah cara pandang tersebut. Kini, berbagai penelitian mendorong lahirnya proses kimia yang tidak hanya efektif menghasilkan produk, tetapi juga lebih aman bagi lingkungan. Pendekatan inilah yang dikenal sebagai green chemistry atau kimia hijau.

Kimia hijau lahir dari kebutuhan untuk menjawab persoalan global seperti pencemaran lingkungan, akumulasi limbah industri, hingga emisi gas rumah kaca. Prinsip dasarnya sederhana: bagaimana suatu reaksi kimia dapat berlangsung seefisien mungkin dengan limbah seminimal mungkin. Dalam praktiknya, pendekatan ini diterapkan melalui 12 prinsip kimia hijau yang menekankan efisiensi energi, penggunaan bahan baku terbarukan, pengurangan zat beracun, dan minimisasi produk samping berbahaya.

Di antara berbagai strategi yang dikembangkan dalam kimia hijau, katalisis menjadi salah satu pendekatan paling penting. Katalis bekerja seperti jalan pintas dalam reaksi kimia. Kehadirannya mampu mempercepat reaksi tanpa ikut habis bereaksi. Dengan bantuan katalis, reaksi dapat berlangsung pada suhu dan tekanan yang lebih rendah sehingga konsumsi energi dan pembentukan limabah dapat ditekan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Metal–Organic Frameworks (MOFs) berkembang sebagai salah satu material yang menjanjikan dalam pengembangan katalis untuk proses kimia modern. Material ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung prinsip kimia hijau karena mampu meningkatkan efisiensi reaksi, menekan konsumsi energi, dan mengurangi pembentukan limbah berbahaya. Kehadiran MOFs menjadi bagian penting dari upaya pengembangan teknologi katalisis yang lebih berkelanjutan untuk menjawab tuntutan industri kimia yang semakin ramah lingkungan.

Apa Itu MOFs?

MOFs merupakan material kristalin berpori yang tersusun dari dua komponen utama: ion logam sebagai “simpul” dan molekul organik sebagai “jembatan penghubung” (linker). Kombinasi keduanya membentuk kerangka tiga dimensi yang memiliki rongga atau pori dalam jumlah sangat besar (Gao et al., 2022; Wang et al., 2024). Bayangkan sebuah bangunan modern dengan lorong-lorong dan ruangan kecil yang tersusun sangat teratur. Dalam MOFs, “ruangan” tersebut adalah pori-pori yang dapat dimanfaatkan untuk menangkap, menyimpan, atau mereaksikan molekul tertentu.

Keistimewaan utama MOFs terletak pada fleksibilitas desainnya. Peneliti dapat mengganti jenis logam, memodifikasi linker organik, bahkan mengatur ukuran pori sesuai kebutuhan reaksi. Karena itulah MOFs sering disebut sebagai material customizable dalam dunia kimia material modern. Karakteristik ini memungkinkan MOFs menggabungkan dua fungsi penting sekaligus: menyediakan situs aktif katalitik dan menciptakan jalur difusi molekul yang efisien (Duarte et al., 2025; Rastin et al., 2025). Molekul reaktan dapat bergerak lebih mudah menuju pusat reaksi sehingga proses kimia berlangsung lebih cepat dan selektif (Kong et al., 2024; Xie et al., 2024). Dengan karakteristik seperti ini, MOFs tidak hanya menarik bagi dunia akademik, tetapi juga berpotensi besar diterapkan dalam industri kimia masa depan.

Mengenal Berbagai Jenis MOFs untuk Katalisis Hijau

Tidak semua MOFs memiliki sifat yang sama. Jenis logam, bentuk pori, hingga gugus organik yang digunakan akan menentukan bagaimana material tersebut bekerja dalam suatu reaksi kimia. Perbedaan inilah yang membuat MOFs dapat dirancang khusus untuk kebutuhan tertentu.

1. MOFs Berbasis Logam Transisi: Sang Ahli Transfer Elektron

Salah satu kelompok MOFs yang paling banyak dipelajari adalah MOFs berbasis logam transisi seperti Fe, Cr, Cu, Ni, dan Co. Logam-logam ini terkenal aktif dalam proses transfer elektron sehingga sangat cocok digunakan pada reaksi oksidasi dan reduksi. Keunggulan utama MOFs jenis ini berasal dari keberadaan situs koordinasi terbuka. Artinya, pusat logam masih memiliki ruang kosong yang memungkinkan molekul reaktan berinteraksi langsung dengan logam tersebut. Kondisi ini membuat reaksi berlangsung lebih cepat dan efisien (Cai et al., 2024; Qiao et al., 2019; Sun et al., 2018; Thacker et al., 2017).

Karena sifatnya tersebut, MOFs logam transisi sangat potensial digunakan untuk oksidasi alkohol,degradasi polutan organik (Farwa et al., 2024; Terrón et al., 2025), reduksi nitroaromatik (L. Zhang et al., 2016), hingga reaksi pembentukan ikatan karbon–karbon (C–C coupling). Namun, ada tantangan yang harus dihadapi. Situs aktif yang sangat reaktif juga membuat struktur MOFs lebih rentan rusak akibat air, oksidasi, atau pelarut polar. Oleh karena itu, sering dilakukan modifikasi pasca-sintesis agar struktur MOFs tetap stabil dalam penggunaan jangka panjang (Ferreira et al., 2024; Jurić et al., 2025). 

2. MOFs Berbasis Logam p-Blok: Stabil dan Tahan Kondisi Ekstrem

Kelompok berikutnya adalah MOFs berbasis logam p-blok seperti Al, Ga, In, Sn, dan Pb. Material ini terkenal memiliki stabilitas termal dan kimia yang sangat baik. Pada beberapa kasus, logam seperti Zr dan Ti juga sering dimasukkan ke dalam kelompok ini meskipun secara tabel periodik sebenarnya termasuk logam transisi. Alasannya, kedua logam tersebut membentuk kluster oksida yang sangat stabil dan memiliki karakter mirip oksida kovalen logam p-blok (Li et al., 2023; Zhang et al., 2016).

Contoh terkenal dari kelompok ini adalah UiO-66 berbasis Zr dan MIL-125 berbasis Ti. MOFs jenis ini sangat cocok digunakan untuk reaksi yang membutuhkan ketahanan tinggi, misalnya fiksasi karbon dioksida (CO₂) (K. Zhang et al., 2016) ,fotokatalisis (G.-Y. Han et al., 2025; D. Sun & Li, 2017),serta proses kimia dalam kondisi asam atau suhu tinggi Stabilitasnya memang luar biasa, tetapi ada kompromi yang harus diterima. Dibandingkan MOFs logam transisi, kemampuan transfer elektronnya cenderung lebih terbatas sehingga kurang optimal untuk reaksi redoks multitahap tanpa modifikasi tambahan (Joshi et al., 2018; Hu et al., 2018; Solé-Daura et al., 2024; Yadav & Kanoo, 2019).

3. MOFs Berbasis Logam Alkali Tanah: Murah dan Ramah Lingkungan

Jika berbicara tentang material yang ekonomis dan relatif aman, maka MOFs berbasis logam alkali tanah menjadi kandidat menarik. Material ini menggunakan logam seperti Mg, Ca, dan Sr yang melimpah di alam dan memiliki toksisitas rendah. Keunggulan lainnya adalah sifat hidrofiliknya yang baik sehingga lebih stabil dalam medium berair. Hal ini penting karena banyak proses kimia hijau berusaha mengganti pelarut organik berbahaya dengan air.

MOFs jenis ini cocok digunakan untuk: transesterifikasi minyak nabati, produksi biodiesel, konversi biomassa serta reaksi hidrolisis ramah lingkungan. Meski demikian, kemampuan transfer elektronnya relatif rendah sehingga aktivitas katalitiknya tidak selalu setinggi MOFs berbasis logam transisi. Untuk mengatasi hal ini, peneliti sering menambahkan gugus fungsional atau mengimpregnasi logam lain pada kerangka MOFs (Solé-Daura et al., 2024; Yadav & Kanoo, 2019).

4. MOFs dengan Linker Organik Terfungsionalisasi

Selain memodifikasi logam, linker organik dari MOFs juga dapat difungsionalisasi. Strategi ini disebut functionalized linker. Pada pendekatan ini, gugus tertentu seperti amina, hidroksil, atau fenil ditambahkan ke linker organik untuk mengatur sifat kimia permukaan MOFs. Modifikasi tersebut dapat meningkatkan selektivitas reaksi karena molekul substrat menjadi lebih mudah “diarahkan” menuju situs aktif tertentu. Pendekatan ini banyak digunakan pada reaksi seperti: kondensasi Knoevenagel, esterifikasi, dan polimerisasi selektif.

Keunggulan utamanya adalah fleksibilitas desain. Gugus fungsi dapat dimasukkan sejak awal sintesis atau setelah kerangka MOFs terbentuk melalui post-synthetic modification (PSM) (Lim et al., 2021; Shultz et al., 2011). Namun demikian, beberapa gugus organik cukup sensitif terhadap panas atau kondisi kimia keras sehingga stabilitas material tetap menjadi perhatian penting (Dhakshinamoorthy et al., 2020).

5. MOFs Berpori Hierarkis: Koridor Difusi untuk Molekul Besar

Dalam reaksi kimia, ukuran molekul sangat menentukan kecepatan proses. Jika pori material terlalu kecil, molekul besar akan sulit masuk menuju situs aktif katalitik. Untuk mengatasi masalah tersebut, dikembangkanlah MOFs berpori hierarkis. Material ini memiliki kombinasi pori mikro dan meso sehingga jalur difusi molekul menjadi jauh lebih efisien.

Secara sederhana, pori mikro berfungsi sebagai lokasi reaksi utama, sedangkan pori meso bertindak seperti jalan tol yang mempermudah transportasi molekul menuju bagian dalam material. MOFs jenis ini sangat potensial untuk: katalisis biomolekul, konversi lignoselulosa, sistem enzim tiruan hingga material termoelektrik.

Kelemahannya, sintesis material ini lebih kompleks dan biaya produksinya relatif lebih tinggi. Selain itu, struktur pori meso terkadang mengalami penurunan stabilitas setelah digunakan berulang kali (Fan & Li, 2022). Meski demikian, kemampuan menggabungkan stabilitas struktur dan efisiensi difusi membuat MOFs hierarkis dipandang sebagai salah satu kandidat terkuat untuk katalis industri masa depan (Wu et al., 2013; Yuan et al., 2017).

MOFs dan Masa Depan Kimia Berkelanjutan

Perkembangan MOFs menunjukkan bagaimana desain material modern dapat membantu menjawab tantangan lingkungan global. Dengan kemampuan mengatur struktur hingga tingkat molekuler, para ilmuwan kini tidak lagi hanya mencari katalis yang aktif, tetapi juga katalis yang hemat energi, minim limbah, dan aman bagi lingkungan.

Setiap jenis MOFs memiliki karakteristik unik yang membuatnya cocok untuk aplikasi tertentu. Ada yang unggul dalam transfer elektron, ada yang sangat stabil pada kondisi ekstrem, dan ada pula yang dirancang khusus untuk molekul berukuran besar. Fleksibilitas inilah yang membuat MOFs menjadi salah satu material paling menarik dalam riset kimia modern.

Di masa depan, pengembangan MOFs diperkirakan akan semakin terintegrasi dengan teknologi energi terbarukan, pengolahan limbah, hingga produksi bahan kimia hijau berskala industri. Dengan kata lain, MOFs bukan sekadar material laboratorium, tetapi dapat menjadi bagian penting dari solusi menuju industri kimia yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Referensi:

Cai, K., Chen, W., Wan, Y., Chu, H., Hai, X., & Zou, R. (2024). Self-reconstructed metal-organic framework-based hybrid electrocatalysts for efficient oxygen evolution. Nanomaterials, 14. https://doi.org/10.3390/nano14141168

Choi, S., Jeong, K., Park, J. Y., & Lee, Y. S. (2015). Computational study of hydrogen chemisorption on a multi-phenyl organic linker as a model of hydrogen spillover on metal-organic frameworks. Bulletin of the Korean Chemical Society, 36. https://doi.org/10.1002/bkcs.10142

Dhakshinamoorthy, A., Garcia, H., & Asiri, A. M. (2020). Catalysis in confined spaces of metal organic frameworks. ChemCatChem, 12. https://doi.org/10.1002/cctc.202001188

Duarte, M. P., Diniz, C. V., Bicalho, H. A., Naccache, R., & Howarth, A. J. (2025). A zirconium-based metal–organic framework as an effective green catalyst for the synthesis of biodiesel. Inorganic Chemistry, 64(17), 8701–8710. https://doi.org/10.1021/ACS.INORGCHEM.5C00618

Fan, X., & Li, Y. (2022). [Referensi tidak ditemukan lengkap pada daftar yang diberikan].

Farwa, U., Sandhu, Z. A., Kiran, A., Raza, M. A., Ashraf, S., Gulzarab, H., Fiaz, M., Malik, A., & Al-Sehemi, A. G. (2024). Revolutionizing environmental cleanup: The evolution of MOFs as catalysts for pollution remediation. RSC Advances, 14. https://doi.org/10.1039/d4ra05642f

Ferreira, C. E. S., Balula, S. S., & Cunha-Silva, L. (2024). Recent advances in catalytic compounds developed by thermal treatment of (Zr-based) metal–organic frameworks. Compounds, 4. https://doi.org/10.3390/compounds4020017

Gao, Y., Gong, S. Y., Chen, B., Xing, W. H., Fei, Y. F., Hu, Z. T., & Pan, Z. (2022). Progress in Metal-Organic Framework Catalysts for Selective Catalytic Reduction of NOx: A Mini-Review. Atmosphere, 13(5), 793. https://doi.org/10.3390/atmos13050793

Han, G.-Y., Sun, M., Zhao, R., Junaid, Q. M., Hou, G., Mohmand, N. Z. K., Jia, C., Liu, Y., Van Der Voort, P., Shi, L., & Feng, X. (2025). Defect engineered Ti-MOFs and their applications. Chemical Society Reviews, 54. https://doi.org/10.1039/d4cs01007h

Han, J., Jeong, N., Thallapally, P. K., Lee, M. S., & Kim, M. (2019). Identification of reaction sites on metal–organic framework-based asymmetric catalysts for carbonyl–ene reactions. ACS Catalysis, 9. https://doi.org/10.1021/acscatal.8b04827

Hu, J., Liu, J., Liu, Y., & Gu, C. (2018). Computational screening of alkali, alkaline earth, and transition metals alkoxide-functionalized metal–organic frameworks for CO2 capture. The Journal of Physical Chemistry C, 122. https://doi.org/10.1021/acs.jpcc.8b05334

Joshi, J. N., Zhu, G., Walton, K. S., Lee, J. J., Jones, C. W., Carter, E. A., & Lively, R. P. (2018). Probing metal-organic framework design for adsorptive natural gas purification. Langmuir, 34. https://doi.org/10.1021/acs.langmuir.8b00889

Jurić, M., Golub, N., Galić, E., Radić, K., Maslov Bandić, L., & Vitali Čepo, D. (2025). Microwave-assisted extraction of bioactive compounds from mandarin peel: A comprehensive biorefinery strategy. Antioxidants, 14(6), 722. https://doi.org/10.3390/ANTIOX14060722/S1

Kabtamu, D. M., Wu, Y.-N., & Li, F. (2020). Hierarchically porous metal–organic frameworks: Synthesis strategies, structure(s), and emerging applications in decontamination. Journal of Hazardous Materials, 397, Article 122765. https://doi.org/10.1016/j.jhazmat.2020.122765

Kong, et al. (2024). [Data referensi lengkap tidak tersedia pada daftar yang diberikan].

Li, J., Meng, Y.-X., Li, L., Zhang, L.-L., Huang, J.-Y., & Jiang, H.-L. (2023). Zr- and Ti-based metal-organic frameworks: Synthesis, structures and catalytic applications. Chemical Communications, 59. https://doi.org/10.1039/d2cc06948b

Lim, J., Jeong, S., Lee, S., Baek, S. B., Seong, J., Ha, H., Kim, M., & Lah, M. S. (2021). Amine-tagged fragmented ligand installation for covalent modification of MOF-74. Angewandte Chemie, 133. https://doi.org/10.1002/ange.202100456

Matlinska, M. A., Michaelis, V. K., Katz, M. J., Iyer, A. K., Lawrence, M. C., Mar, A., Oliynyk, A. O., Hughton, B., Bernard, G. M., Ha, M., & Lambkin, G. (2019). Alkaline earth metal–organic frameworks with tailorable ion release: A path for supporting biomineralization. ACS Applied Materials & Interfaces, 11. https://doi.org/10.1021/acsami.9b11004

Mehmood, R., Gilani, E. H., Ahmed, M., Feroz, M., & Saeed, M. T. (2025). Synthesis and characterization of highly crystalline strontium metal-organic frameworks using 1,4-benzenedicarboxylic acid (BDC) organic linker. Scientific Inquiry and Review, 9. https://doi.org/10.32350/sir.91.01

Mendes, R. F., Almeida Paz, F. A., Firmino, A. D. G., & Tomé, J. P. C. (2018). Metal-organic framework assembled from erbium and a tetrapodal polyphosphonic acid organic linker. Acta Crystallographica Section C: Structural Chemistry, 74. https://doi.org/10.1107/S2053229618007374

Mittal, A., Roy, I., & Gandhi, S. (2022). Drug delivery applications of metal-organic frameworks (MOFs). In L. J. Villarreal-Gómez (Ed.), Drug carriers. IntechOpen. https://doi.org/10.5772/intechopen.103684

Mittal, A., Roy, I., & Gandhi, S. (2022). Drug delivery applications of metal-organic frameworks (MOFs). In L. J. Villarreal-Gómez (Ed.), Drug carriers. IntechOpen. https://doi.org/10.5772/intechopen.103684

Pizzanelli, S., Gordeeva, L. G., Freni, A., Forte, C., Solovyeva, M. V., & Monti, S. (2020). A close view of the organic linker in a MOF: Structural insights from a combined 1H NMR relaxometry and computational investigation. Physical Chemistry Chemical Physics, 22. https://doi.org/10.1039/d0cp01863e

Qiao, Y., Ni, Y., Kong, F., Li, R., Zhang, C., Kong, A., & Shan, Y. (2019). Pyrolytic carbon-coated Cu-Fe alloy nanoparticles with high catalytic performance for oxygen electroreduction. Chemistry – An Asian Journal, 14(15), 2676–2684. https://doi.org/10.1002/asia.201900524

Rastin, H., Dell’Angelo, D., Sayede, A., Badawi, M., & Habibzadeh, S. (2025). Green and sustainable metal-organic frameworks (MOFs) in wastewater treatment: A review. Environmental Research, 282, 122087. https://doi.org/10.1016/j.envres.2025.122087

Seth, S., Moorthy, J. N., & Savitha, G. (2015). Carbon dioxide capture by a metal-organic framework with nitrogen-rich channels based on rationally designed triazole-functionalized tetraacid organic linker. Inorganic Chemistry, 54. https://doi.org/10.1021/acs.inorgchem.5b00722

Shultz, A. M., Nguyen, S. T., Hupp, J. T., Sarjeant, A. A., & Farha, O. K. (2011). Post-synthesis modification of a metal–organic framework to form metallosalen-containing MOF materials. Journal of the American Chemical Society, 133. https://doi.org/10.1021/ja204820d

Solé-Daura, A., et al. (2024). Zr-based MOF-545 metal-organic framework loaded with highly dispersed small size Ni nanoparticles for CO2 methanation. ACS Applied Materials & Interfaces, 16. https://doi.org/10.1021/acsami.3c18154

Sun, D., & Li, Z. (2017). Robust Ti- and Zr-based metal-organic frameworks for photocatalysis. Chinese Journal of Chemistry, 35(2), 135–147. https://doi.org/10.1002/cjoc.201600647

Sun, J.-L., Li, J.-H., Chen, Y.-Z., Ge, B.-D., & Wang, G.-M. (2018). Three-shell Cu@Co@Ni nanoparticles stabilized with a metal-organic framework for enhanced tandem catalysis. ACS Applied Materials & Interfaces, 11. https://doi.org/10.1021/acsami.8b18584

Terrón, D., Sanromán, A., & Pazos, M. (2025). Metal–organic frameworks: Next-generation materials for environmental remediation. Catalysts, 15. https://doi.org/10.3390/catal15030244

Thacker, N. C., Ji, P., Lin, Z., Urban, A., & Lin, W. (2017). Phenanthroline-based metal-organic frameworks for Fe-catalyzed Csp3-H amination. Faraday Discussions, 201. https://doi.org/10.1039/c7fd00030h

Vanessa Wee, M. G., Chinnappan, A., & Ramakrishna, S. (2023). Elucidating Improvements to MIL-101(Cr)’s Porosity and Particle Size Distributions based on Innovations and Fine-Tuning in Synthesis Procedures. Advanced Materials Interfaces, 10(18), 2300065. https://doi.org/10.1002/admi.202300065

Wang, H.-P., Liu, J.-C., Zhang, G., Su, J., Meng, Y.-R., & Li, S.-F. (2024). Square-planar tetranuclear cluster-based alkaline earth metal-organic frameworks with enhanced proton conductivity. Chemistry – An Asian Journal, 19. https://doi.org/10.1002/asia.202400175

Xie, Z., & Hou, J. (2025). Industrialising metal–organic frameworks—Bridging laboratory innovation and future applications. Industrial & Engineering Chemistry Research, 64(16), 7941–7955. https://doi.org/10.1021/acs.iecr.5c00579

Yadav, A., & Kanoo, P. (2019). Metal-organic frameworks as platform for Lewis-acid-catalyzed organic transformations. Chemistry – An Asian Journal, 14. https://doi.org/10.1002/asia.201900876

Ye, G., Liu, D., Kumar, A., Peng, X., Lin, J., Liu, J., & Chen, C. (2021). Alkali/alkaline earth-based metal-organic frameworks for biomedical applications. Dalton Transactions, 50. https://doi.org/10.1039/d1dt02814f

Yu, S., Feng, Y., Hu, J., Zhang, Y., Zhang, C., & Zi, Y. (2025). Stability regulation of metal–organic framework materials for electrocatalysis. Journal of Materials Chemistry A, 13. https://doi.org/10.1039/d4ta08090d

Zhang, G., & Fei, H. (2019). Synthesis and applications of porous organosulfonate-based metal–organic frameworks. Topics in Current Chemistry, 377, Article 27. https://doi.org/10.1007/s41061-019-0259-y

Zhang, K., Qiao, Z., & Jiang, J. (2016). Molecular design of zirconium tetrazolate metal–organic frameworks for CO2 capture. Crystal Growth & Design, 17. https://doi.org/10.1021/acs.cgd.6b01405

Zhang, L., Sun, D., Xin, X., & Kang, Z. (2016). Metal–organic frameworks based luminescent materials for nitroaromatics sensing. CrystEngComm, 18.