Penulis: Awaluddin Iwan Perdana, S.Si., M.Si.
(Dosen UIN Alauddin Makassar)
Isu kehalalan pangan menjadi perhatian
penting bagi masyarakat Indonesia, terutama seiring meningkatnya kesadaran
konsumen terhadap keamanan, mutu, dan status halal produk makanan. Dalam
konteks tersebut, keberadaan metode analisis laboratorium yang akurat, cepat,
dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi sangat penting. Salah satu penelitian
yang relevan membahas hal ini adalah kajian mengenai validasi metode analisis
minyak babi dalam masakan menggunakan spektroskopi Fourier Transform
Infrared atau FTIR.
Penelitian ini dilaksanakan di
laboratorium Riset Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin
Makassar. Esensi penelitian ini disusun sebagai manifestasi lanjutan dari
agenda program kemitraan antara penelitian dan pengabdian masyarakat
(Litapdimas) yang diprakarsai oleh Kementerian Agama Republik Indonesia..
Kajian tersebut menyoroti pentingnya pengembangan metode analisis untuk
mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk
Halal. Regulasi ini menuntut adanya sistem pemeriksaan yang kuat agar produk
pangan yang beredar dapat dipastikan memenuhi standar kehalalan.
Tantangan Deteksi Minyak Babi dalam Pangan
Minyak babi merupakan salah satu bahan
yang perlu diwaspadai dalam analisis kehalalan pangan. Dalam praktik industri
makanan, lemak atau minyak dapat tercampur dengan bahan lain, baik karena
proses produksi, kontaminasi, maupun penambahan tertentu. Minyak babi memiliki
karakteristik fisik dan kimia yang membuatnya dapat bercampur dengan minyak
nabati atau bahan makanan lain, sehingga keberadaannya tidak selalu mudah
dikenali secara kasatmata.
Tantangan utama dalam pengujian halal
adalah bagaimana laboratorium mampu mendeteksi komponen yang dilarang secara
cepat, tepat, dan konsisten. Metode yang digunakan tidak hanya harus mampu
membedakan bahan halal dan nonhalal, tetapi juga harus melalui proses validasi.
Validasi diperlukan untuk memastikan bahwa metode tersebut benar-benar dapat
memberikan hasil yang akurat, presisi, dan dapat dipercaya.
FTIR sebagai Metode Analisis Cepat
Dalam penelitian ini, spektroskopi
FTIR digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan minyak babi dalam sampel
masakan. FTIR bekerja dengan membaca pola serapan inframerah dari suatu bahan.
Setiap senyawa memiliki karakteristik ikatan kimia tertentu, sehingga
menghasilkan pola spektrum yang khas. Dengan kata lain, FTIR dapat membantu
mengenali “sidik jari” kimia suatu bahan.
Salah satu keunggulan FTIR adalah
proses analisisnya yang relatif cepat dan tidak membutuhkan preparasi sampel
yang rumit. Metode ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena dapat
mengurangi penggunaan pelarut organik dalam jumlah besar. Dalam konteks
laboratorium halal, kecepatan dan efisiensi ini sangat penting karena pengujian
produk pangan membutuhkan metode yang praktis namun tetap dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Penelitian tersebut menggunakan sampel
masakan berupa mie goreng instan bersertifikat halal yang kemudian
diformulasikan dengan campuran minyak babi dan minyak goreng pada berbagai
konsentrasi. Minyak babi diperoleh melalui proses rendering jaringan adiposa
babi menggunakan pemanasan. Setelah itu, minyak diekstraksi dari sampel masakan
dan dianalisis menggunakan FTIR pada rentang bilangan gelombang 4000–400 cm?¹.
Area penting untuk kuantifikasi ditetapkan pada bilangan gelombang 1480–1085
cm?¹.
Peran Analisis Statistik PLS
Selain menggunakan FTIR, penelitian
ini juga memanfaatkan pendekatan kalibrasi multivariat Partial Least
Square atau PLS. PLS digunakan untuk membangun model hubungan antara
data spektrum FTIR dan konsentrasi minyak babi dalam sampel. Pendekatan ini
penting karena spektrum minyak babi dan minyak nabati dapat terlihat mirip,
sehingga diperlukan analisis statistik untuk membedakan pola yang lebih halus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
model PLS mampu memberikan performa yang baik. Deret standar menghasilkan nilai
korelasi sebesar 0,9992 dengan nilai root mean square error of
calibration atau RMSEC sebesar 1,14%. Nilai ini menunjukkan bahwa
hubungan antara konsentrasi aktual dan konsentrasi prediksi sangat kuat.
Hasil Validasi yang Menjanjikan
Validasi metode dilakukan dengan
melihat beberapa parameter, antara lain akurasi, presisi, linearitas, limit
deteksi, dan limit kuantifikasi. Hasilnya menunjukkan nilai akurasi sebesar
105,70%, presisi 9,92%, linearitas 0,99, limit deteksi 0,12%, dan limit
kuantifikasi 0,39%. Secara umum, hasil ini memperlihatkan bahwa kombinasi FTIR
dan PLS dapat digunakan sebagai metode yang andal untuk analisis minyak babi
dalam masakan.
Meskipun beberapa sampel pada
konsentrasi rendah memiliki tantangan tersendiri dalam pemenuhan parameter
tertentu, secara keseluruhan metode ini menunjukkan potensi besar untuk
mendukung pemeriksaan kehalalan pangan. Temuan ini menjadi bukti bahwa laboratorium
pendidikan dan penelitian di lingkungan kampus dapat berperan aktif dalam
menjawab kebutuhan masyarakat.
Kontribusi Kampus untuk Jaminan Produk Halal
Riset ini menunjukkan bahwa penguatan
jaminan produk halal tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada
kesiapan sumber daya laboratorium, kompetensi peneliti, serta pengembangan
metode analisis yang valid. Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam
menghasilkan inovasi ilmiah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, industri,
dan lembaga pemeriksa halal.
Melalui penelitian seperti ini, kampus
tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga pusat solusi bagi persoalan
nyata di masyarakat. Pengembangan metode FTIR untuk deteksi minyak babi dalam
masakan merupakan salah satu contoh kontribusi ilmu kimia dalam mendukung
keamanan pangan, perlindungan konsumen, dan penguatan ekosistem halal di
Indonesia.
Dengan metode yang cepat, efisien, dan
tervalidasi, laboratorium kampus dapat terus berperan dalam memastikan bahwa
produk pangan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar halal dan aman.
Penelitian ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi,
laboratorium, pemerintah, dan industri dalam membangun sistem jaminan produk
halal yang semakin kuat dan terpercaya.