Ditulis oleh Amalyah Febryanti, S.Si., M.Si.
Pendahuluan
Ketahanan pangan
tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan dalam jumlah yang cukup.
Ketahanan pangan juga mencakup akses terhadap pangan, pemanfaatan zat gizi,
keamanan pangan, dan kestabilan pasokan dalam jangka panjang.
Sustainable
Development Goals atau SDGs menempatkan persoalan
pangan dalam Tujuan 2: Tanpa Kelaparan. Tujuan ini menargetkan
penghapusan kelaparan, perbaikan gizi, peningkatan akses terhadap pangan yang
aman dan bergizi, serta pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan pada
tahun 2030.
Indonesia memiliki
beragam sumber pangan lokal yang dapat mendukung pencapaian tujuan tersebut.
Salah satunya adalah tanaman singkong atau Manihot esculenta Crantz.
Selama ini, pemanfaatan singkong lebih banyak berfokus pada umbinya sebagai
sumber karbohidrat. Daunnya umumnya dikonsumsi sebagai sayuran, digunakan
sebagai pakan, atau tidak dimanfaatkan secara optimal.
Daun singkong sebenarnya mengandung protein, serat, vitamin, mineral, karotenoid, polifenol, dan flavonoid. Senyawa tersebut memberikan nilai gizi sekaligus aktivitas antioksidan. Pemanfaatan daun singkong secara aman dapat memperbaiki kualitas pangan berbasis singkong yang umumnya tinggi karbohidrat tetapi relatif rendah protein dan mikronutrien.