Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Detail Artikel
Potensi Antioksidan Daun Singkong untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Pencapaian SDGs

Potensi Antioksidan Daun Singkong untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Pencapaian SDGs

Ditulis oleh Amalyah Febryanti, S.Si., M.Si.

Pendahuluan

Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan dalam jumlah yang cukup. Ketahanan pangan juga mencakup akses terhadap pangan, pemanfaatan zat gizi, keamanan pangan, dan kestabilan pasokan dalam jangka panjang.

Sustainable Development Goals atau SDGs menempatkan persoalan pangan dalam Tujuan 2: Tanpa Kelaparan. Tujuan ini menargetkan penghapusan kelaparan, perbaikan gizi, peningkatan akses terhadap pangan yang aman dan bergizi, serta pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan pada tahun 2030.

Indonesia memiliki beragam sumber pangan lokal yang dapat mendukung pencapaian tujuan tersebut. Salah satunya adalah tanaman singkong atau Manihot esculenta Crantz. Selama ini, pemanfaatan singkong lebih banyak berfokus pada umbinya sebagai sumber karbohidrat. Daunnya umumnya dikonsumsi sebagai sayuran, digunakan sebagai pakan, atau tidak dimanfaatkan secara optimal.

Daun singkong sebenarnya mengandung protein, serat, vitamin, mineral, karotenoid, polifenol, dan flavonoid. Senyawa tersebut memberikan nilai gizi sekaligus aktivitas antioksidan. Pemanfaatan daun singkong secara aman dapat memperbaiki kualitas pangan berbasis singkong yang umumnya tinggi karbohidrat tetapi relatif rendah protein dan mikronutrien.

Baca selengkapnya