Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Riset Kolaboratif MoRA the Air Funds UINAM dan IAIN Kendari Tahap 1, Hasilkan Luaran Berkualitas: PKM, Buku Ber-ISBN, Paten, dan Publikasi Jurnal Scopus Q1

Riset Kolaboratif MoRA the Air Funds UINAM dan IAIN Kendari Tahap 1, Hasilkan Luaran Berkualitas: PKM, Buku Ber-ISBN, Paten, dan Publikasi Jurnal Scopus Q1

Kimia OnlinePenelitian kolaboratif bertajuk MoRA the Air Funds yang melibatkan peneliti dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari tidak hanya menghasilkan inovasi sensor MoRA Sense V01, tetapi juga melahirkan sejumlah luaran penelitian berkualitas tinggi pada tahap pertama. Luaran tersebut menjadi dasar dalam pengembangan Sensor “MoRA Sense V01”. Dimana luaran-luaran unggulan tersebut mencakup dua kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), satu buku referensi ilmiah ber-ISBN, satu Paten Sederhana terdaftar DJKI, dua poster ilmiah beserta sertifikat Hak ciptanya, tiga artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi Scopus Q1/Q2 (dua artikel telah terbit dan satu artikel sedang under review).

Pengabdian kepada Masyarakat I: Edukasi di MA Nahdlatul Wathan Konawe Selatan

Kegiatan PKM pertama bertema "Edu-Publik Dampak Senyawa Kimia Golongan Endocrine Disrupting Chemicals (EDCs) terhadap Kesehatan Masyarakat dan Sistem Ekologi" dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 20–21 September 2025, bertempat di MA Nahdlatul Wathan, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini diinisiasi oleh Tim Riset MoRA the Air Funds yang terdiri dari peneliti UINAM dan IAIN Kendari. Para peserta diajak memahami bahaya senyawa EDC, mulai dari pestisida seperti cypermethrin dan metofhluthrin, bisfenol, PFOA/PFOS, hingga logam berat, yang kerap tersembunyi dalam produk-produk rumah tangga sehari-hari namun berdampak serius terhadap sistem hormon, metabolisme, pertumbuhan, kecerdasan, reproduksi, bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis.

Pengabdian kepada Masyarakat II: Edukasi Pada Santri Pondok Pesantren Al-Fatih Parangmata

Kegiatan PKM kedua dengan tema yang sama dilaksanakan dengan sasaran Santri Pondok Pesantren Al-Fatih Parangmata, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menyasar generasi muda pesantren sebagai penerus bangsa yang perlu dibekali pemahaman tentang bahaya EDCs sejak dini, pada 2 Maret 2026. Melalui dua kegiatan PKM yang berbeda lokasi ini, tim peneliti menegaskan komitmennya dalam menyebarluaskan kesadaran akan bahaya EDCs kepada masyarakat luas, khususnya di wilayah Sulawesi.

Sebagai luaran PKM yang berdiri sendiri, tim peneliti juga melaksanakan kegiatan sosialisasi poster edukasi yang diproduksi secara khusus dan dipasang di berbagai papan pengumuman. Poster tersebut memuat penjelasan komprehensif mengenai sumber-sumber EDCs pada produk rumah tangga, mekanisme masuknya senyawa EDCs ke dalam organ tubuh, dampaknya terhadap berbagai organ vital, jalur pencemaran EDCs melalui sistem ekologi, langkah-langkah mitigasi praktis, serta pengenalan teknologi Smart Sensor yang sedang dikembangkan oleh tim peneliti.

Buku Referensi Ilmiah: Sensor EDCs Berbasis Voltammetri

Luaran berikutnya hadir dalam wujud buku ilmiah berjudul "Sensor Endocrine-Disrupting Chemicals Berbasis Voltammetri untuk Aplikasi Produk Pangan Jilid 1", diterbitkan oleh ScienceTech Group. Buku ini ditulis oleh Sjamsiah, S.Si., M.Si., Ph.D.; Dr. Zul Arham, S.Si., M.Si.; Ismaun, S.Si., M.Si.; Irwan, S.Si., M.Si.; dan Fadil Arham, S.Si., M.Si., dengan editor Prof. Dr. Ir. Muh. Nurdin, M.Sc., IPU., ASEAN Eng.; Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag.; dan Dr. Imelda Wahyuni, S.S., M.Pd.I. Buku ini telah diserahkan kepada Jurusan Kimia FST UINAM, Perpustakaan FST, Perpustakaan FKIK serta Perpustakaan Pusat UIN Alauddin Makassar sebagai kontribusi nyata bagi pengembangan koleksi ilmiah kampus.

Paten Sederhana: Elektroda Voltammetri Sensitif untuk Deteksi EDCs

Luaran yang tidak kalah membanggakan adalah pendaftaran paten sederhana atas nama Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dengan judul invensi "Elektroda Voltammetri Sensitif Endocrine Disruptor Chlorpyrifos Berbasis Nanodroplets CQDs@Ni rich-TiO2". Paten ini terdaftar dengan Nomor Permohonan S00202504742, diajukan pada 26 Mei 2025, dan telah diumumkan dengan Nomor Pengumuman 2025/S/01939 pada 18 Juni 2025. Status permohonan saat ini telah memasuki tahap (PA) Sudah Ditanggapi (Substantif), menandakan bahwa proses pemeriksaan substantif oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual sedang berjalan. Invensi ini berkaitan dengan pengembangan elektroda sensitif berbasis material nanodroplets Carbon Quantum Dots (CQDs) yang dimodifikasi dengan nanokomposit Ni-rich TiO₂, dirancang untuk mendeteksi residu pestisida chlorpyrifos secara voltammetri dengan metode yang cepat, akurat, dan ramah lingkungan.

Publikasi Jurnal Scopus: Dua Artikel Ilmiah Bertaraf Internasional

Puncak dari luaran penelitian tahap pertama ini adalah dua publikasi artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi Scopus yang diterbitkan oleh Springer.

Artikel pertama berjudul "High Electrocatalytic Activity of Ni-Rich@TiO2-Modified Carbon Quantum Dots Nanodroplets as Electrode Modifier for Voltammetric Sensor" dipublikasikan di Journal of Inorganic and Organometallic Polymers and Materials (Scopus Q1). Artikel ini dapat diakses melalui: https://link.springer.com/article/10.1007/s10904-025-04095-7

Artikel kedua berjudul "In-depth Investigation of the Roles of Nanocluster Carbon Quantum Dot derived Two Sources and Synthesis Pathways for Electrochemical Applications" dipublikasikan di jurnal Electrocatalysis (Springer Nature) Scopus Q2, terbit pada 27 Februari 2026, Volume 17, halaman 414–427. Artikel ini dapat diakses melalui: https://link.springer.com/article/10.1007/s12678-026-01014-3

Kedua publikasi ini menjadi bukti sahih bahwa riset yang dilakukan telah memenuhi standar ilmiah internasional tertinggi, sekaligus mengangkat nama UINAM dan IAIN Kendari di kancah akademik global.

Keseluruhan luaran ini menegaskan bahwa riset kolaboratif MoRA the Air Funds bukan sekadar proyek laboratorium, melainkan sebuah ekosistem riset yang utuh, dari inovasi teknologi, pemberdayaan masyarakat, diseminasi ilmu melalui buku, perlindungan kekayaan intelektual melalui paten, hingga pengakuan ilmiah bertaraf internasional. Capaian ini menjadi kebanggaan bagi Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar dan seluruh mitra kolaborasi yang terlibat. Penelitian ini didukung oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui program Pendanaan Riset MoRA The Air Funds, No: 61/Dt.I.III/PP.05/12/202a dan No: 61/Dt.I.III/PP.05/12/2024.