Penulis Dr. Rismawaty Sikanna, S.Si., M.Si.
Pendahuluan
Pelestarian
lingkungan merupakan aspek krusial yang memerlukan pendekatan komprehensif,
baik dari sisi sains maupun nilai-nilai spiritual. Dalam konteks Islam, manusia
memiliki peran sebagai khalifah yang memikul tanggung jawab moral untuk menjaga
keseimbangan alam. Sebagai upaya nyata dalam mengintegrasikan keilmuan kimia
dengan nilai-nilai keislaman, Jurusan Kimia FST UIN Alauddin Makassar turut
berpartisipasi dalam program pengabdian masyarakat kolaboratif di Desa Wisata
Kambo, Palopo.
Metode
Kolaborasi
Kegiatan
bertajuk Community Service Program: “Aksi Ekoteologi di Desa Wisata Kambo untuk
Pelestarian Lingkungan Berbasis Multidisiplin” ini merupakan bentuk sinergi
lintas institusi. Program ini melibatkan kolaborasi antara UIN Palopo sebagai
tuan rumah, UIN Alauddin Makassar, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri
Makassar, Universitas Halu Oleo, Poltekkes Kemenkes Farmasi Makassar,
Universitas Bosowa, dan Universitas Cokroaminoto Palopo. Sinergi ini bertujuan
mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pengabdian kepada masyarakat.
Implementasi
Keilmuan Kimia dalam Ekoteologi
Dalam
kegiatan ini, perspektif Ilmu Kimia dan Farmasi menjadi salah satu pilar utama
dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dan tenaga pendidik di SD Negeri 39
Kambo. Dr. Rismawaty Sikanna, S.Si., M.Si., selaku perwakilan dari Jurusan
Kimia UIN Alauddin Makassar, bersama pakar kimia lainnya, menyampaikan gagasan
pelestarian lingkungan melalui beberapa pendekatan teknis dan konsep Kimia
Hijau (Green Chemistry): Pengelolaan Sampah Berbasis Kimia: Menekankan pada
pemilahan sampah organik dan anorganik, serta proses dekomposisi mikroba untuk
pembuatan kompos; Pengolahan Air Limbah: Penggunaan material adsorben seperti
arang aktif dari tempurung kelapa untuk menyerap zat pencemar dan penggunaan
filter alami; Edukasi Kimia Hijau: Sosialisasi prinsip Reduce, Reuse, Recycle
(3R) serta pengembangan produk ramah lingkungan, seperti pemanfaatan minyak
jelantah menjadi sabun cair alami.
Pendekatan
ini tidak hanya meninjau aspek kimiawi, tetapi juga mengaitkannya dengan
kesadaran ekologis yang bersumber dari nilai-nilai agama untuk membentuk
karakter peduli lingkungan sejak usia dini.
Perspektif
Multidisiplin Lainnya
Selain
bidang kimia, artikel ini merangkum gagasan dari berbagai disiplin ilmu lainnya
guna memperkuat strategi pelestarian di Desa Wisata Kambo: Bidang perikanan, meninjau
ekosistem perairan berkelanjutan; Bidang ekonomi, menganalisis potensi ekonomi
berbasis lingkungan; Bidang linguistik: Penguatan edukasi lingkungan melalui
pendekatan komunikasi dan bahasa.
Kesimpulan
Aksi Ekoteologi ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan di wilayah seperti Desa Wisata Kambo akan lebih efektif jika didasarkan pada kolaborasi multidisiplin yang kuat dan nilai spiritual yang mendalam. Partisipasi aktif Jurusan Kimia UIN Alauddin Makassar dalam program ini menegaskan komitmen program studi dalam menerapkan ilmu kimia untuk kemaslahatan masyarakat dan lingkungan.

