COMMUNITY SERVICE PROGRAM: “AKSI EKOTEOLOGI DI DESA WISATA KAMBO UNTUK PELESTARIAN LINGKUNGAN

  • 01:24 WITA
  • Administrator
  • Artikel

Penulis Dr. Rismawaty Sikanna, S.Si., M.Si.


Pendahuluan

Pelestarian lingkungan merupakan aspek krusial yang memerlukan pendekatan komprehensif, baik dari sisi sains maupun nilai-nilai spiritual. Dalam konteks Islam, manusia memiliki peran sebagai khalifah yang memikul tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan alam. Sebagai upaya nyata dalam mengintegrasikan keilmuan kimia dengan nilai-nilai keislaman, Jurusan Kimia FST UIN Alauddin Makassar turut berpartisipasi dalam program pengabdian masyarakat kolaboratif di Desa Wisata Kambo, Palopo.

 

Metode Kolaborasi

Kegiatan bertajuk Community Service Program: “Aksi Ekoteologi di Desa Wisata Kambo untuk Pelestarian Lingkungan Berbasis Multidisiplin” ini merupakan bentuk sinergi lintas institusi. Program ini melibatkan kolaborasi antara UIN Palopo sebagai tuan rumah, UIN Alauddin Makassar, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Universitas Halu Oleo, Poltekkes Kemenkes Farmasi Makassar, Universitas Bosowa, dan Universitas Cokroaminoto Palopo. Sinergi ini bertujuan mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pengabdian kepada masyarakat.

 

Implementasi Keilmuan Kimia dalam Ekoteologi

Dalam kegiatan ini, perspektif Ilmu Kimia dan Farmasi menjadi salah satu pilar utama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dan tenaga pendidik di SD Negeri 39 Kambo. Dr. Rismawaty Sikanna, S.Si., M.Si., selaku perwakilan dari Jurusan Kimia UIN Alauddin Makassar, bersama pakar kimia lainnya, menyampaikan gagasan pelestarian lingkungan melalui beberapa pendekatan teknis dan konsep Kimia Hijau (Green Chemistry): Pengelolaan Sampah Berbasis Kimia: Menekankan pada pemilahan sampah organik dan anorganik, serta proses dekomposisi mikroba untuk pembuatan kompos; Pengolahan Air Limbah: Penggunaan material adsorben seperti arang aktif dari tempurung kelapa untuk menyerap zat pencemar dan penggunaan filter alami; Edukasi Kimia Hijau: Sosialisasi prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) serta pengembangan produk ramah lingkungan, seperti pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun cair alami.

Pendekatan ini tidak hanya meninjau aspek kimiawi, tetapi juga mengaitkannya dengan kesadaran ekologis yang bersumber dari nilai-nilai agama untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini.

 

Perspektif Multidisiplin Lainnya

Selain bidang kimia, artikel ini merangkum gagasan dari berbagai disiplin ilmu lainnya guna memperkuat strategi pelestarian di Desa Wisata Kambo: Bidang perikanan, meninjau ekosistem perairan berkelanjutan; Bidang ekonomi, menganalisis potensi ekonomi berbasis lingkungan; Bidang linguistik: Penguatan edukasi lingkungan melalui pendekatan komunikasi dan bahasa.

 

Kesimpulan

Aksi Ekoteologi ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan di wilayah seperti Desa Wisata Kambo akan lebih efektif jika didasarkan pada kolaborasi multidisiplin yang kuat dan nilai spiritual yang mendalam. Partisipasi aktif Jurusan Kimia UIN Alauddin Makassar dalam program ini menegaskan komitmen program studi dalam menerapkan ilmu kimia untuk kemaslahatan masyarakat dan lingkungan.